Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream – Sebanyak 13 kloter jemaah haji gelombang ke dua akan diberangkatkan dari Mekah ke Madinah dengan menggunakan 105 bus, Minggu 16 September 2018. Dengan mengangkut rombongan terakhir ini, layanan bus Salawat otomatis akan dihentikan.
“ Dengan pemberangkatan 13 kloter terakhir ini, operasional bus Salawat secara resmi dihentikan,” kata Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subhan Cholid, di Mekah, Minggu 16 September 2018.
“ Seluruh petugas haji di Mekah pada Senin 17 September 2018 akan meninggalkan Mekah menuju Tanah Air via Bandara King Abdul Aziz Jeddah,” tambah dia.
Menurut Subhan, PPIH Arab Saudi menyiapkan 8 bus di Kantor Urusan Haji Daerah Kerja (Daker) Mekah dan 3 bus di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah untuk membawa 426 petugas haji ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Total petugas yang akan pulang ke Tanah Air sebanyak 426 orang.
Sementara, terkait pemberangkatan jemaah gelombang ke dua ke Madinah, dimulai dengan keberangkatan 410 orang dari Kloter JKS 95 pada pukul 05.00 WIB dari Hotel Nazrah, kawasan Syisyah, Mekah.
Satu jam kemudian, Kloter SOC 91 sebanyak 360 orang dari Hotel Saray Istambul 3/ Binayah Al Fouz ke Madinah. Sebelas kloter lainnya berangkat ke Madinah sore hari pukul 15.00 WAS.
Sebelumnya, Kepala KKHI Mekah, Nirwan Satriya, mengatakan, petugas haji bidang Kesehatan yang akan kembali ke Tanah Air pada esok hari berjumlah sebanyak 138 orang.
Tetapi, kata Nirwan, tidak seluruh petugas KKHI Mekah akan pulang ke Tanah Air. Ada sebanyak 13 petugas yang akan tinggal di klinik tersebut.
“ Mereka mengurus pemulangan jemaah dari RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi), mereka mengevakuasi jemaah sakit dari KKHI Mekah dan RSAS ke KKHI Madinah untuk selanjutnya dipulangkan ke Tanah Air,” kata Nirwan.
HIngga Sabtu, 15 September 2018, jumlah jemaah yang dirawat di KKHI Mekah sebanyak 11 orang dan di sejumlah RSAS sebanyak 65 orang. Petugas yang berjumlah 13 orang ini akan bertugas hingga 26 September sampai datangnya Petugas PPIH bidang Kesehatan Jilid 2 yang terdiri dari 6 dokter.
“ Mereka akan bertugas sebanyak 2 dokter di Mekah, 2 di Madinah, dan 2 di Jeddah,” ujar Nirwan.
Masa kerja petugas PPIH jilid 2 yaitu 1 bulan. Melewati masa itu, jemaah yang masih dirawat di RSAS akan diserahkan ke pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah. “ Keluarga jemaah yang dirawat jangan khawatir. Pemerintah bertanggung jawab,” kata Nirwan.
Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya