Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Seorang Wanita Tengah Makan (Shutterstock.com)
Dream — Pengguna Twitter dengan akun @zee_muthie mengajukan komplain soal pelayanan untuk jemaah haji Indonesia di Mina, Minggu 19 Agustus 2018. Dia bahkan menautkan foto makanan nasi kuning dan mi goreng ke akun Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
Melalui Twitter pula, Lukman menjawab, keluhan tersebut. Menurut dia, sejak Minggu 19 Agustus 2018, mulai pagi sampai malam, seluruh jemaah haji diarahkan menuju Arafah, bukan Mina.
“ Siang ini hingga besok malam, hanya di Arafah dan bukan di Mina, makanan yang disediakan petugas haji kita,” tulis Lukman.
Namun jawaban itu tak membuat pemilik akun @zee_muthie, puas. Dia membalas, “ Orang tua saya sedang tarwiyah di Mina. Mohon fokus dengan fakta menu makanan yang diterima. Bukan lokasi. Semoga lebih baik. Terima kasih.”
Kementerian Agama, melalui akun Twitter resmi @Kemenag_RI telah menjawab pertanyaan @zee_muthie tersebut. Menurut penjelasan Kementerian Agama itu, pemerintah memang tidak memfasilitasi, tapi juga tidak melarang jemaah haji tarwiyah, yakni jemaah yang pada 8 Dzulhijjah berada di Mina.
“ Namun bagi mereka yang akan melakukan, pemerintah tidak melarang dengan catatan jemaah wajib lapor dan membuat surat pernyataan bertanggung jawab sendiri atas semua layanan yang diperoleh selama di Tarwiyah,” kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag, Mastuki, di kawasan Syisyah, Mekah.
Kondisi ini karena Pemerintah Arab Saudi telah melarang praktik tarwiyah. “ Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sekali lagi memang tidak menyediakan katering di Mina pada hari ini,” kata Mastuki.
“ PPIH pada tanggal 8 Dzulhijjah (19 Agustus) belum menyediakan layanan katering, karena seluruh jemaah haji Indonesia baru bergerak dari Makkah ke Arafah, bukan ke Mina, secara bertahap mulai hari ini,“ tegas Mastuki.
PPIH, tambah Mastuki, akan menyediakan katering selama jemaah berada di Arafah sebanyak 4 kali makan dan 1 kali kudapan (snack) yang dibawa ke Muzdalifah. Khusus untuk dua atau tiga kloter awal yang tiba di Arafah, PPIH menyediakan kualitas yang baik.
“ Adapun di Mina baru akan disediakan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah sebanyak 11 kali bagi jemaah yang melaksanakan nafar tsani,” kata dia.
" Jika ada informasi bahwa jemaah mendapatkan makanan dengan kualitas yang kurang bagus hari ini, tanggal 8 Dzulhijjah, dan diterima di Mina maka dapat dipastikan itu bukan katering yang disediakan oleh PPIH,” tambah Mastuki.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
