Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menjadi petugas haji tidaklah mudah. Selain tugas yang padat, kondisi cuaca Arab Saudi juga jadi tantangan tersendiri. Sangat terik. Belum lagi rasa kangen yang membekap mereka selama berada di Tanah Suci.
Mereka harus berpisah dengan keluarga selama 76 hari. Jangan tanya soal hiburan. Meluangkan waktu untuk beribadah di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram pun bukan perkara mudah.
Lihat saja personel Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Airport. Mereka harus berjaga 12 jam saban hari. Mengantuk dan lelah, sudah pasti. Namun mereka harus prima keesokan hari demi membantu tamu Allah.
Tapi di tengah beratnya tugas itu, ada hal membahagiakan. Selain bisa membantu para tamu Allah, mereka bisa bercengkerama antar sesama petugas sat tak ada jemaah yang datang ke Saudi.
Tidak jarang ditemui mereka berbincang dengan petugas-petugas dari negara lain meski kadang harus menggunakan bahasa ‘tarzan’. Lebih banyak antar petugas dalam kelompok kecil, karena dilarang berkumpul dalam jumlah banyak oleh otoritas bandara, harus ‘mojok’ sambil ngopi bersama.
Misalnya saja Harto dan Reinladi alias Ucok. Dua petugas penerima kedatangan di depan terminal haji ini sering ngopi bareng. Bukan kopi selangit harganya, mereka cukup ngopi dengan nyeduh sendiri dari air dispenser.
Kopinya mungkin bukan kopi istimewa seperti yang dijajakan di bandara, tapi suasana pertemanan dan persaudaraan terasa luar biasa. Meski kadang kopi satu cangkir untuk semua, justru nikmatnya ada di sana kata mereka.
“ Pernah saya diajak ngopi sama petugas Arab, asal saya bilang ‘gahwa-gahwa’ saja sama mereka. Hebatnya lagi saya jadi kuat melek saat tugas 18 jam setelah minum gahwa Arab,” ujar Ucok saat menunggu kedatangan jemaah.
Demikian pula dengan Harto. Bagi dia, kopi semacam doping untuk mengusir kantuk saat bertugas malam dan menjaga stamina di siang harinya. “ Kalau gak ngopi berat mata ane Bang,” dengan logat Betawi, di Bandara Madinah, Kamis 26 Juli 2018.
Ngopi memang aktiviats biasa saja. tapi bagi para petugas haji ini punya makna luar biasa. Ngopi bisa mengurangi rindu keluarga. Di sana pula banyak terjadi obrolan, bertukar gambar, dan kegiatan lain yang menggembirakan.
Sumber: Kementerian Agama Baca Juga:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya