Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Jemaah Haji Indonesia (MCH)
Dream – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan tiba di Jeddah, Arab Saudi pada Senin, 30 Juli 2018. Saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, jemaah haji disuguhi makanan yang disediakan dua perusahaan katering, Fahad Esam Bobsait dan Al Musbah.
Kepala Sektor Bandara, Arsyad Hidayat, memastikan kesiapan katering untuk menyambut kedatangan jemaah. Dia menjamin makanan diolah dengan sangat higienis.
" Peralatannya cukup modern. Ada enam penggorengan besar khusus melayani katering Indonesia," kata Arsyad saat berada di dapur katering Al Musbah, Senin, 23 Juli 2018.
Saat mengunjungi dua perusahaan itu, Arsyad memeriksa seluruh peralatan masak, bahan baku, tempat penyimpanan, dan tempat pengepakkan. Arsyad juga menanyakan juru masak Al Musbah soal teknik pengolahan, pengemasan, dan distribusi menu.
" Mereka menyediakan 12 juru masak asli Indonesia yang dibagi dalam dua shift," kata dia.
Arsyad menjelaskan untuk proses penggorengan ayam, pihak katering berkomitmen menggunakan minyak goreng maksimal lima kali. Kapasitas penggorengan mencapai 300 porsi ayam sekali masak.
Dapur Al Musbah didesain dengan alat-alat masak cukup canggih dan bersih. Tampak penggorengan modern dilengkapi pengatur waktu 12 skala berjajar di meja. Salah satu juru masak juga selalu mengukur suhu minyak tetap optimal agar hasilnya bagus.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
© Dream
Setiap satu paket menu berisi nasi 400 gram, sayur, ayam goreng, apel, puding, dan 2 botol air mineral berukuran 330 mililiter.
Menu juga dilengkapi dengan saus cabai, sendok, garpu, pisau plastik, tisu kering, dan tisu wangi.
Siang itu rombongan Daker Airport juga berkesempatan mencoba menu jemaah haji.
Arsyad menuturkan, rasa dan tekstur masakan cocok dengan citarasa Indonesia.
Pengemasannya juga akan langsung dimasukkan ke tempat khusus untuk menjaga kebersihan dan suhu makanan. Selain untuk jemaah, setiap harinya katering juga harus mengirimkan sampel ke Daker.
Dapur Al Musbah menyediakan mobil golf yang telah dimodifikasi. Di bagian belakang dibuat bak baja layaknya mobil pick up. Sekali jalan, mobil ini mampu mengangkut menu untuk jemaah dua kloter.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya