Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siti Isnaini (MCH)
Dream – Siti Isnaini. Lima musim sudah perempuan yang karib disapa Iis mengabdi menjadi petugas haji. Sejak 2013.
Dia mengawali tugas di Sektor Bir Ali. Setelah itu, perempuan yang tinggal di Arab Saudi ini selalu dipercaya mengawal sektor khusus di Masjid Nabawi, Madinah.
Meski bertanggung jawab mengawal jemaah haji, Iis mengaku tak merasakan lelah. Dia punya rasa kebanggan terhadap jemaah haji Indonesia.
" Jemaah Indonesia terkenal tertib dan sopan sehingga petugas haji Arab Saudi pun merasa bangga dengan jemaah Indonesia," kata perempuan kelahiran Sampang, 14 April 1977, itu.
Menurut Iis, jemaah haji Indonsia sangat teratur. Misal saja saat di Raudhah, jemaah Indonesia bisa tertib dan mengikuti aturan yang berlaku.
" Jemaah dari negara lain yang berpostur tubuh besar seperti Bangladesh, Afghanistan, India, bahkan dari Arab sendiri, terkadang memaksa untuk masuk. Mereka sering tidak peduli dengan jemaah lain yang mengantre," ujar dia.
Sebagai petugas, Iis kerap membimbing jemaah agar lebih tenang dan khidmat dalam beribadah. Dia berharap cara itu dapat keimanan jemaah haji.
Selain melakukan pembimbingan, Iis juga kerap mengantar jemaah yang tersesat hingga ke hotel. Bahkan mencari barang tercecer milik jemaah haji.
Kisah yang paling berkesan saat menelusuri barang tercecer. Pada musim haji 2017, dia menemukan paspor yang di dalamnya berisi uang untuk hidup dengan identitas yang sangat minim.
Setelah mencari informasi di sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) Mekah, ternyata nomor paspor itu tidak berangkat.
Saat di Jeddah, ada mukimin orang Sidrap, Makassar. Iis menghubunginya dan berusaha melacak pemilik barang tersebut. " Alhamdulillah, akhirnya bertemu dengan pemilik passport dan uang tersebut," ujar Iis.
Tetapi, Iis menuturkan, dia segera mengantarkan barang tersebut ke hotel. Rupanya pemilik barang sudah meninggal, sedangkan uang tetap diambil untuk membadalkan haji.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya