BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Haji (Liputan6.com)
Dream - Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja Mekah, Maskat Ali Jasmun, mengimbau jemaah haji yang sudah berada di Mekah tidak melaksanakan umroh pada siang hari karena suhu panas ekstrem.
Maskat mengatakan, suhu rata-rata di Mekah pada siang hari bisa di atas 40 derajat Celsius, bahkan bisa 50 derajat Celcius. Suhu tersebut jauh di atas suhu rata-rata harian di Indonesia antara 26 hingga 36 derajat Celsius.
" Maka pemerintah memberikan imbauan kepada jemaah dari Indonesia yang baru sampai ke Mekah, baik dari Jeddah maupun dari Madinah sebelumnya, ketika melaksanakan umroh, dilaksanakan malam hari karena siang sangat panas," ujar Maskat, dikutip dari Liputan6.com.
Maskat mengatakan, menjalankan umroh wajib pada malam hari lebih ringan karena suhu udara relatif rendah.
Kebanyakan jemaah haji akan memanfaatkan waktu malam untuk menunaikan umroh. Sehingga intensitas kepadatan di Masjidil Haram akan tinggi ketika malam hari.
" Mereka pilih malam karena ketika selesai ademlah ya. Enggak seperti siang hari dan ini berat, jemaah melawan cuaca saja sudah berat, apalagi saat siangnya," kata dia.
Selain itu, keuntungan lain melaksanakan umroh wajib di malam hari salah satunya yaitu tawaf utuh. Apalagi jika tawaf dilakukan setelah sholat jemaah Isya selesai.
" Kalau posisinya malam hari, misalnya masuk setelah sholat Isya, kemungkinan pelaksanaan tawaf itu utuh. Berbeda kalau masuk (Masjidil) Haram dalam waktu sholat rawatib, mungkin akan terpecah karena ada azan, kalau ada azan, berarti ada pengelompokan jemaah laki-laki dan perempuan yang sudah ditentukaan dan berbeda," kata dia.
Panitia Penyelenggara IBadah Haji 2019 telah menyiagakan petugas di sejumlah pos stasioner di Masjidil Haram untuk membantu jemaah haji. Selain itu juga ada petugas haji yang berpatroli keliling.
Maskat menyarankan jemaah haji yang sudah selesai sholat untuk tidak langsung pulang. Ini untuk menghindari terjadinya penumpukan dan antrean panjang di terminal Bus Shalawat.
" Karena bubarnya bareng, pasti menimbulkan kepadatan di terminal-terminal, maka sarannya setelah sholat jangan buru-buru pulang, satu jam dulu di dalam masjid baru setelah itu pulang," kata dia, dilansir Antara.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan