BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Direktur Urusan Luar Negeri PHU Sri Ilham Lubis (Foto: Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Tiap jemaah haji akan mendapatkan pemondokan untuk tinggal sementara di Tanah Suci. Sebanyak 165 hotel di sekitar Mekah dan 102 hotel di Madinah, Arab Saudi, disewa untuk tempat tinggal jemaah.
Dari banyak kamar yang digunakan jemaah haji Indonesia mengenal istilah 'kamar barokah'. Menurut informasi yang beredar, kamar ini digunakan oleh pasangan suami-istri untuk berhubungan badan.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Sri Ilham Lubis, mengatakan, Kemenag tak menyediakan kamar semacam itu.
" Di aturan Dirjen tidak ada `kamar barokah`. Itu istilah saja," kata Sri Ilham, di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Juli 2018.
Sri Ilham mengatakan, berdasarkan taklimatul hajj atau perjanjian haji, jemaah perempuan dan laki-laki harus dipisahkan meskipun status mereka suami-istri maupun saudara kandung.
Sebagai langkah antisipasi pemisahan itu, tiap tahun, Kemenag menyewa kamar tambahan untuk tiap kloter. Perhitungannya, jika tiap kloter sekitar 450 orang, Kemenag akan menyewa hotel dengan kapasitas lebih dari 452 orang.
Sri Ilham menyebut, untuk mengatur pemisahan itu, Kemenag menggunakan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat)
" Jadi by system, sudah terpisah (antara) jemaah laki-laki dan perempuan," ujar dia.
Selain pemisahan, otoritas Arab Saudi juga menetapkan tersedianya rumah cadangan. Sri Ilham mengatakan, rumah cadangan terdapat di Mekah dan Madinah sebagai lokasi evakuasi.
" Berdasarkan taklimatul hajj, satu persen dari kuota, atau kapasitasnya 2.040 orang," ucap dia.
Di Mekah terdapat tiga unit rumah cadangan. Sementara itu, di Madinah terdapat dua unit.
Rumah cadangan pernah difungsikan ketika terjadi peristiwa kebakaran pada satu kamar jemaah haji pada 2016.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan