AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Karyawan Perusahaan Katering Al Ahmadi Sedang Mengemas Makanan Untuk Jemaah Haji (MCH)
Dream - Mulai tahun ini, katering untuk jemaah haji Indonesia menggunakan menu dan bumbu khas Nusantara. Sejumlah perusahaan katering di Arab Saudi yang ditunjuk menyatakan siap menjalankan ketentuan yang dibuat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Salah satu perusahaan katering itu ialah Al Ahmadi. Perusahaan katering yang berlokasi di wilayah Al Azizia, Madinah, sedang menyiapkan menu untuk asupan jemaah haji. Menu itu terdiri dari ayam fillet tepung asam manis, sayur tumis brokoli, jamur, dan nasi putih.
Tim Media Center Haji (MCH) yang mencicipi menu itu merasakan kelumrahan dalam masakan itu. Bawang putih, yang biasa jadi bumbu dasar masakan Indonesia begitu terasa di lidah.
Nasi yang dimasak pun terasa pulen. Pihak katering mendatangkan beras dari Thailand. Jenis ini berbeda dengan jenis nasi pera ala India atau Timur Tengah.
Kabid Konsumsi PPIH Arab Saudi 2018, Ahmad Abdullah, mengatakan sebanyak 15 perusahaan dikontrak untuk menyediakan masakan bagi jemaah haji. Seluruhnya menggunakan koki dari Indonesia, meski pemiliknya rata-rata warga Arab Saudi.
" Yang istimewa kita melatih dan mensertifikasi semua juru masak di Madinah dan sekarang sedang berjalan sertifikasi di Mekah," kata Ahmad di Madinah.

Tak hanya sertifikasi, PPIH Arab Saudi juga akan melakukan pemeriksaan harian. Terutama terkait operasional dapur dan pengawasan saat distribusi dan pascadistribusi.
" Hal ini untuk meningkatkan kualitas konsumsi jemaah," kata Ahmad Abdullah.
Al Ahmadi cukup ketat menerapkan aturan. Saat pengepakan, para pekerja diwajibkan mengenakan apron, penutup kepala, dan sarung tangan plastik.
Sebelum berangkat, paket makanan yang telah dibungkus dengan alumunium foil dimasukkan ke dalam boks untuk menjaga suhu makanan.
Pada wadah untuk makan siang itu tertulis juga waktu ideal mengkonsumsinya. Sehubungan paket yang dipak kemarin untuk makan siang, tertulis: sebaiknya dimakan sebelum pukul 15.00 waktu setempat.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Madinah
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli