Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Waktu makan siang tiba. Jarum jam sudah menunjuk pukul setengah satu. Para petugas haji sudah berjubel di kantin Daker Madinah. Mengisi perut agar tak limbung.
Pakaian mereka serba putih. Ada pula yang mengenakan rompi hitam. Tapi, ada sesosok pria yang mengenakan ihram. Sembari menyantap sayur bayam, kepalanya tertunduk. Lesu. Harap-harap cemas.
Nama lelaki itu Ahmad Jaelani. Lelaki asal Tegal itu tertinggal rombongan Kloter SOC 03 yang bergerak menuju Mekah. Dia tertinggal bukan karena terlambat. Bukan pula ketiduran.
" Saya juga enggak tahu apa-apa," kata Jaelani, di Kantor Urusan Haji Indonesia, Madinah, Kamis 26 Juli 2018.
Namanya, tak muncul dalam manifest perjalanan ke Mekah. Padahal, menurut ketua rombongannya, sehari sebelum keberangkatan semua urusan administrasi sudah selesai.
" Pas di bus, paspor saya enggak ada. Ya saya enggak tahu," ucap dia.
Ketika di bus, satu rombongan beranggotakan 45 orang. Hanya namanya yang tak ada. " Padahal saya sudah siap berangkat," ujar dia.
Kepala Daerah Kerja Madinah, Muhammad Khanif, mengatakan, kasus yang dialami Jaelani kemungkinan terjadi karena proses pengurusan paspor yang tak selesai di muassasah.
" Mungkin ketika memasukkan passpor, ketua kloter tak berkoordinasi dengan muassasah, sehingga tidak terdata," ujar Khanif.
Peristiwa yang menimpa Jaelani itu akhirnya dapat diselaikan usai pukul 19.30 WAS.
" Pak Ahmad Jaelani ahkirmya bisa kita berangkatkan ke Mekah setelah kita urus paspormya karena belum terentri di muassasah," ucap Khanif.
Usai dinyatakan berhasil diberangkatkan, wajah muram Jaelani berubah. Raut mukanya ceria. " Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat," ujar dia, sambil tersenyum.
Lantas bagaimana perasaannya berihram selama lebih dari 10 jam? Dia punya jawaban enteng.
" Tas sudah di bis, dari siang ihraman terus, latihan, hahaha," kata Jaelani.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya