Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Istimewa
Dream - Temuan label #2019GantiPresiden kembali muncul di sela-sela prosesi perjalanan ibadah haji 2018. Kali ini, label bertagar politis itu muncul di kemasan air zamzam ukuran lima liter.
Foto tersebut menyebar di sosial media dan grup perpesanan WhatsApp. Foto itu diklaim diambil di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Tapi, Kepala Seksi Media Center Haji (MCH) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Bandara, Abdul Basir, memastikan label #2019GantiPresiden itu bukan berasal dari terminal haji.
" Kemungkinan terminal regular," kata Basir, Kamis 30 Agustus 2018.
Dia menduga, pembagian zamzam dalam kemasan beraroma pilpres itu dilakukan jemaah haji furoda atau tanpa kuota di terminal internasional Bandara Jeddah.
Sekadar diketahui, jemaah haji furoda tidak dikoordinir oleh Kementerian Agama (Kemenag). Haji furoda menjalani ibadah melalui biro-biro perjalanan yang berkoordinasi dengan panitia Arab Saudi.
Sementara, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Mastuki, mengatakan, panitia haji sedang menelusuri informasi itu. " Kami mendapatkan informasi yang sama juga soal foto itu," kata Mastuki.
Mastuki menjamin, sesuai kesepakatan antara Indonesia dan Arab Saudi, tiap lima liter air zamzam dibagikan secara gratis ke jemaah. Air dalam kemasan tersebut dibagikan saat jemaah tiba di bandara kedatangan masing-masing. Kemasannya pun sama-sekali tidak mengandung unsur politik.
" Jadi, dapat dipastikan jika ada gelagat yang mencurigakan akan terdeteksi oleh petugas kita. Sejauh ini, jemaah haji reguler yang kami tangani tidak ada yang melakukan perbuatan seperti gambar yang kini viral itu," ucap Mastuki.
Dia mengatakan, jika ada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang terlibat, Kemenag akan menjatuhkan sanksi. " Namun kalau itu inisiatif pribadi-pribadi, tentu bukan kewenangn kami," kata dia.
Sebelumnya, #2019GantiPresiden juga muncul saat jemaah haji menggunakan ihram. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, berharap tiap rangkaian ibadah haji tak dicemari kegiatan berbau politis.
" Mari sama-sama kita jaga Tanah Suci ini," kata Lukman.
Dia mengatakan, Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Abdurrahman Al-Sudais, beberapa kali mengeluarkan pernyataan di berbagai media bahwa Mekah dan Madinah adalah kota suci untuk pelaksanaan haji.
" Kita berhaji itu untuk ibadah, bukan untuk kepentingan lain," ucap Lukman.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci </>
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya