Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jemaah Haji Indonesia (kemenag.go.id)
Dream – Sebanyak 6.026 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 15 kloter dipulangkan ke Tanah Air mulai hari ini, Senin 27 Agustus 2018, melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
Suka-duka telah dialami oleh jemaah haji, mulai tiba hingga pemulangan ini. Jemaah asal Kloter JKS 02, Asep Amin, mengaku puas dengan pelayanan selama penyelenggaraan haji tahun ini.
“ Alhamdulillah, puas hajinya. Tahun ini jauh lebih baik dari pertama kali saya berangkat,” kata Asep Amin.
Dia mengaku selalu menyimpan rasa rindu untuk berkunjung ke Tanah Suci. Asep berencana kembali jika ada kesempatan.
Sementara itu, jemaah perempuan asal Situbondo, Ila, mengaku senang pulang ke Tanah Air. Perempuan yang tergabung dalam kloter SUB 01 itu tak sabar bertemu sang suami.
“ Suami saya ndak ikut (ke Tanah Suci) padahal saya baru dua bulan menikah,” kata dia sembari tertawa.
Meski begitu tak semua, jemaah bergembira. Ada pula jemaah yang bersedih karena tak bisa membawa buah tangannya ke Tanah Air.
Jemaah asal Situbondo, Murniyati, mengeluhkan aturan yang melarang membawa air Zamzam ke pesawat. Dia harus merelakan satu jerigen dan dua botol air Zamzam yang sudah dibungkus dengan lakban.
“ Lha dari haji kalau bukan Zamzam apa lagi oleh-olehnya?” kata Murniyati.
Sebagian jemaah juga tampak harus menenteng sebagian oleh-oleh dengan tas tambahan. “ Ini mainan untuk tiga cucu saya di kampung,” kata Nok Sumartoni (55 tahun), jemaah asal Sumedang, Jawa Barat.
Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya