Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Slamet Saat Menyuapi Istrinya, Supriyatin (Foto: Maulana/ Dream)
Dream - Tangan Slamet (58) cekatan menyuapi Supriyatin Teguh Adam, sang istri (51). Perempuan itu baru saja tiba dari Madinah ke Mekah.
" Baru kemarin kami sampai di Makkah setelah delapan hari di Madinah," kata Slamet di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, Sabtu, 28 Juli 2018 waktu setempat.
Pasangan suami istri asal Batang, Jawa Tengah itu tergabung di kloter SOC-05. Slamet mengenang, Jumat, 27 Juli 2018, waktu Ashar, dia dan sejumlah jemaah lainnya mulai melaksanakan umroh wajib di Masjidil Haram.
Istrinya Supriyatin dalam kondisi lemas. Slamet pun mengajaknya
" Saya dorong memakai kursi roda," ungkapnya.
Slamet bercerita, semalaman istrinya tidak bisa memejamkan mata. Dia terus bolak-bolik mengunjungi Supriyatin di kamarnya. Slamet tak ingin istrinya merepotkan teman-teman sekamar.
" Makanya saya langsung setuju saat dokter kloter membawa ke sini (KKHI) untuk diobati lebih lanjut,” sambungnya.
Ia menduga, kondisi sang istri menurun karena kelelahan dan tidak mau makan. Dokter yang memeriksa Supriyatin, Meity Ardiana, kondisi Supriyatin didiagnosis mengalami mitral stenosis insufisiensi.
“ Katup jantung tidak dapat membuka secara normal. Kami melakukan cek laboratorium, memberi obat-obatan yang tepat, memastikan pasien dapat istirahat cukup dan makan teratur,” ujar Meity yang merupakan dokter spesialis jantung.
Slamet pun terus berada di sisi istrinya. Harapannya, Supriyatin sehat seperti sedia kala. Tapi apa daya, Allah SWT berkehendak berbeda. Sabtu malam, pukul 23.30 waktu setempat Supriyatin dikabarkan meninggal dunia.