Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tajuddin (Dream/ Maulana Kautsar)
Dream – Berwajah sangar. Kulit legam. Di sekujur lengan tergores rajah jaring laba-laba dan motif tribal. Di kanan, juga kiri. Jadi pertanda kehidupan keras.
Dialah Tajuddin. Jumat 3 Agustus 2018, dia tiba di Jeddah, Arab Saudi. Dia baru saja mendarat di Bandara King Abdulaziz setelah penerbangan panjang bersama jemaah kloter 20 Embarkasi Makassar.
Penerbangan memang berjam-jam. Tapi tubuh Tajuddin masih terlihat bugar. Di bandara itu pula dia sibuk membagikan air kemasan kepada jemaah renta.
Tajudin adalah mantan preman. Bertahun-tahun tenggelam di dunia kelam, dia kemudian tobat. Tato itu menjadi sisa-sisa kegarangan masa lalunya.
“ Waktu bikinnya saya belum kepikiran bakal ke sini,” kata Tajuddin.
© Tajudin (Dream/ Maulana Kautsar)
Di kampung halaman, pria asal Kendari ini sangat kondang. “ Boleh dibilang saya dulu memang preman,” kata dia.
Kisah pertobatan itu bermula 20 tahun silam. Setelah pensiun dari kehidupan jalanan, dia menjuual ikan hingga kini. Hasilnya pun lumayan. Bisa ditabung untuk naik haji.
Ini bukan kali pertama Tajuddin naik haji. Delapan tahun silam, dia sudah menunaikan rukun Islam ke lima ini. Dan tahun ini, dia berangkat haji lagi bersama istri dan kerabatnya.
“ Saya ingin lebih baik ibadahnya kali ini,” tutur dia.
© Tajudin (Dream/ Maulana Kautsar)
Teman serombongan, Jumrin, membenarkan masa lalu kelam Tajuddin. Menurut dia, pria ini dulunya memang ditakuti. “ Iya, memang terkenal satu kampung orangnya,” kata Jumrin.
Namun ketakutan masyarakat itu kini berubah menjadi rasa hormat dengan perubahan Tajuddin. Siang itu, kain ihram tak dia gunakan menutup tatonya.
“ Orang sudah tahu saya siapa. Yang penting sekarang niat saya,” kata dia.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya