Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Jemaah Haji Indonesia (Kementerian Agama)
Dream - Cuaca panas di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah calon haji. Jika terlalu banyak cuaca panas, banyak risikonya, antara lain dehidrasi, disorientasi, kaki melepuh, hingga heat stroke.
Pada Kamis 19 Juli 2018 misalnya, cuaca Madinah sangat terik. Suhu udara terendah saja mencapai 31 derajat Celcius. Puncak panas terjadi antara pukul 12.00 sampai 17.00 dengan temperatur mencapai 41 derajat Celcius.
Tentu suhu setinggi itu tak bisa bagi jemaah calon haji asal Indonesia. Sehingga, aktivitas berlebihan di luar ruangan harus dihindari. Bila terpaksa harus keluar ruangan, maka harus memakai pelindung kepala, baik topi maupun payung.
Itu saja belum cukup. Sebab, angin yang berembus cukup panas dengan kelembaban sangat rendah. Sehingga jemaah perlu membawa bekal air minum serta water sprayer untuk mengurangi panas.
Pada Rabu pekan ini, panitia haji menemukan jemaah yang mengalami masalah akibat suhu yang sangat tinggi. Kaki beberapa jemaah melepuh karena tak memakai sandal saat ke Masjid Nabawi.
Sore hari terdapat dua jemaah disorientasi di sekitar Daker Madinah. Meskipun semua dapat tertangani dengan baik, kejadian ini seharusnya dapat dihindari bila jemaah memakai pelindung.
Tak hanya pelindung, jemaah juga harus selalu membawa menyediakan tas kecil (goody bag) atau kantong plastik saat ke Masjid Nabawi. Tas ini berguna untuk membawa air minum dan sandal masuk ke dalam masjid dan letakkan dekat dengan posisi sholat.
Jemaah juga harus mengingat pintu masuk terdekat dengan hotelnya agar tidak tersesat jalan. Upayakan pula selalu berkelompok saat bepergian baik ke masjid maupun tempat lain serta jangan lupa membawa kartu identitas hotel.
Bila jemaah haji bingung dan kehilangan sandal di Masjid Nabawi, jemaah tidak perlu cemas. Carilah Pos Sektor Khusus yang berada persis di samping Gate 21 dan toilet 10.
Pos ini khusus melayani jemaah tersesat jalan dan menyediakan sandal serta minum bagi jemaah. Para petugas sektor ini juga akan mengantarkan kembali jemaah ke hotelnya.
Sumber: Kementerian Agama
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya