Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: SMK NU Banat/Indonesia Fashion Chamber)
Dream - Desainer muda asal Indonesia semakin diperhitungkan di pasar dunia. Kali ini, giliran desainer modest wear binaan SMK NU Banat, yang menjuarai kompetensi busana bergengsi di Jepang.
Mereka juga dikukuhkan sebagai karya SMK pertama yang berhasil menjuarai Sakura Collection Students Awards 2018. Acara tahunan ini pertama digelar pada 2015 lalu. Diikuti beberapa negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Tahun ini, acara bergengsi itu diikuti sekitar 300 peserta dari 20 sekolah fashion. Dari keseluruhan peserta, 19 diantaranya berasal dari perguruan tinggi. SMK NU Banat berhasil menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari sekolah menengah kejuruan.
Dari sketsa yang dikirim, terpilih 10 finalis yang berangkat ke Garand Prix Final Sakura Collection Asia Students Awards 2018. Berlanjut ke penilaian para juri pada akhir Januari lalu, di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali.

Tak disangka salah satu desainer SMK NU Banat, Nia Faradiska yang menampilkan koleksi bertema Koinobori dinobatkan sebagai juara pertama. Tampil sebagai pemeangan, Nia berhak mendapatkan kesempatan ke Jepang dan magang di Bunka Fashion College, sekolah fashion terbaik ke-6 sedunia.
Rancangan Nia berhasil memikat para juri, setelah mengambil inspirasi dari bendera ikan koi. Sebuah ornamen perayaan hari anak laki-laki di Jepang. Diaplikasikan dalam bordir dan origami, dalam komposisi yang kontras.

" Mendapatkan kesempatan magang selama 26 Februari-4 Maret di Bunka Gakuen, saya mendapat banyak kesempatan untuk mendalami fashion. Dari segi fashion textile, design, fabric manipulation dan lainnya," tutur siswi kelas XII tersebut dalam keterang resmi yang diterima Dream.
Tak hanya Nia, yang pulang dengan prestasi membanggakan. Salah satu adik kelasnya, Farah Aurelia yang duduk di kelas XI, lolos sebagai juara ketiga dengan membawa rancangan bertema Kyoto.
Selamat ya Nia dan Farah yang telah membanggakan nama Indonesia di dunia fashion.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya