5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
(Foto: Shutterstock)
Dream - Jerawat tak hanya menyerang di usia pubertas. Dalam beberapa kasus, jerawat justru muncul pada masa kehamilan.
Hal ini bisa sedikit menyulitkan. Sebab, penggunaan skin care harus diawasi ketika sedang hamil. Bahkan, ada yang dilarang total selama masa kehamilan.
Menurut Rupert Critchley, seorang Dokter Umum dari London, penyebab utama jerawat memang merupakan faktor hormonal. Tak hanya usia pubertas, wanita yang sedang hamil juga mengalami lonjakan hormon.

" Salah satunya adalah hormon androgen, yang paling sering muncul di masa trimester pertama dan kedua kehamilan," tuturnya seperti dilansir dari Popsugar.
Hormon androgen itulah yang memicu produksi minyak pada wajah sehingga menimbulkan jerawat. Selain androgen, salah satu penyebab jerawat lainnya adalah karena pemakaian pil kontrasepsi yang dihentikan pada saat sebelum hamil.
Jerawat pada masa kehamilan tidak bisa dicegah, namun akan menghilang dengan sendirinya ketika hormon sudah stabil. Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan beberapa cara sederhana.

Pastikan untuk selalu mencuci wajah sebanyak dua kali dalam sehari. Beralihlah ke produk wajah dengan jenis non-comedogenic agar tidak menyumbat pori.
Kurangi pemakaian makeup untuk meredakan noda hitam bekas jerawat. Jangan lupa untuk memakai tabir surya ketika berpergian.
Penggunaan sabun antibakteri seperti peroxide, clindamycin dan juga pemakaian antibiotik masih dapat digunakan oleh ibu hamil. Namun pastikan untuk mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter kandungan.
Selain itu, penggunaan produk dengan kandungan retinoic acid juga sebaiknya dihindari ketika sedang hamil.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
