Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
(shutterstock.com)
Dream - Ketika berbicara tentang kecantikan dan perawatan diri, kita cenderung menggunakan berbagai produk kosmetik bermerek yang dijual di pasaran.
Tetapi belum tentu kita tahu bagaimana produk itu diproduksi dan bahan kimia apa yang digunakan oleh produsen untuk menghasilkan produk tersebut.
Selain itu, apakah kalian juga memikirkan bahaya menggunakan bahan kimia yang terkandung di dalamnya untuk kesehatan?
Dilansir dari Siakapkeli.my, Jumat 13 Juli 2018, enam jenis bahan kimia beracun ini mungkin ada dalam produk kosmetik Sahabat Dream. Berikut ulasannya:
1. Formaldehida
Formaldehida ini seringkali digunakan dalam produk pelicin rambut dan pengkilat kuku. Bahan yang terbuat dari gas asli ini, kalau dalam bentuk cair disebut dengan formalin.
Bahan bersifat karsinogen ini seringkali dilabel sebagai methylene glycol. Sahabat Dream juga disarankan untuk memerhatikan beberapa nama lain dari bahan produk kosmetik ini.
Seperti diazolidinyl urea yang biasa digunakan dalam produk pencuci muka dan perawatan rambut. Atau quaternium-15 yang digunakan dalam produk kecantikan wajah terutama dalam bentuk bedak.
2. Paraben
Bahan pengawet aktif ini mudah ditemukan dalam bentuk alami, seperti blueberry dan lobak. Dan itu adalah salah satu bahan kimia yang paling umum digunakan dalam produk kosmetik. Sebagian besar produsen menggunakan konsentrasi paraben 0,3 persen atau lebih rendah dalam produk mereka.
Di Amerika Serikat, tidak ada larangan ketat penggunaan paraben dalam produk kosmetik. Paraben menunjukkan efek estrogen yang menyebabkan kekhawatiran soal kanker payudara.
Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Harvard University juga menemukan bahwa efek paraben pada tubuh dapat mempengaruhi tingkat kesuburan seseorang. Namun, Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) tidak memiliki bukti kuat tentang efek paraben pada manusia.

3. Phthalates
Phthalates digunakan dalam berbagai produk kosmetik termasuk cat kuku, parfum dan beberapa produk lainnya. Meskipun penggunaannya tidak dibatasi oleh FDA, namun dilarang dalam produksi produk untuk anak-anak.
Selain cat kuku dan parfum, Phthalates juga terkandung dalam produk rumah tangga seperti pengharum ruangan dan deterjen. Bahan ini bahkan dapat ditemukan dalam makanan.
Cukup mudah mengetahui produk yang mengandung bahan ini. Kalian cukup menghindari menggunakan produk yang dikemas dalam plastik daur ulang dan memiliki label daur ulang kode 3, karena itu artinya mengandung Phthalates tinggi.
4. Sodium Lauryl Sulfate (SLS)
SLS adalah deterjen dan surfaktan yang biasa ditemui di tempat-tempat yang menjual produk perawatan tubuh, seperti sabun, sampo serta pasta gigi. Bahan ini berfungsi untuk menghasilkan busa, seperti sampo dan krim cukur wajah.
Meskipun penggunaannya tidak dilarang, itu dapat menyebabkan peradangan kulit. FDA menyarankan pengguna untuk menggunakan produk dengan bahan ini berdasarkan standar yang tercantum pada label produk.
Bahan ini jarang ditemukan dalam produk mandi bayi. Jadi hindari menggunakan produk mandi dewasa pada anak, terutama bayi.

5. Petrolatum
Petrolatum yang dihasilkan dari minyak bumi ini digunakan untuk menjaga lipstik dalam keadaan basah. Selain lipstik, petrolatum juga digunakan dalam produk lotion dan krim.
FDA menyarankan untuk mendapatkan produk dari merek terkemuka. Sebab, pabrik memiliki aturan ketat tentang penggunaan bahan ini dan dipantau oleh pihak berwenang.
6. Triclosan
Bahan yang memiliki sifat pengawet dan anti-bakteri ini sering ditemukan dalam pasta gigi, produk perawatan mulut, deodoran, sabun cair dan sampo.
Meskipun penggunaan triclosan dalam pasta gigi dapat membantu mengatasi masalah gingivitis, penelitian yang dilakukan pada hewan telah menemukan bahwa paparan triclosan bisa mengganggu hormon tubuh manusia, menyebabkan alergi dan dikaitkan dengan risiko beberapa jenis kanker.
Jadi, jika Sahabat Dream lebih mementingkan masalah perawatan kesehatan, lebih baik menghindari menggunakan pasta gigi yang mengandung triclosan.
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol