Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
(Foto: Shutterstock)
Dream - Setiap hubungan rumah tangga pasti memiliki masalah masing-masing. Beberapa pasangan berhasil melewati fase paling sulit dalam kehidupan rumah tangga mereka. Namun, ada juga yang mengaku sangat sulit bertahan dalam mempertahankan bahtera rumah tangga mereka.
Dalam pernikahan, memang ada fase paling membahagiakan. Namun, ada juga masa paling sulit untuk dijalani. Salah, jika kamu berpikir bahwa tahap awal adalah masa yang paling membahagiankan.
Sebab, kebahagian yang pasangan pengantin baru rasakan hanya bersifat sementara. Keharmonisan dan cinta kasih yang dirasakan hanya berlangsung sebentar saja.
Setelah setahun atau 2 tahun menikah, pasangan pengantin ini akan kembali menghadapi kenyataan hidup. Dilansir dari Boldsky, pakar hubungan mengatakan jika pada umumnya tahun ke-3merupakan tahun terindah dalam hubungan perkawinan.
Sedangkan tahun ke-5 dan ke-7 adalah fase terberat dalam kehidupan pernikahan. Data dari banyak survei nampaknyanya mendukung argumen ini. Lalu, bagaimana alasan ilmiah menjelaskannya?

Setelah 3 tahun, ada pendapat populer bahwa cinta memudar seiringnya waktu. Namun sebaliknya, ikatan antara pasangan menguat setelah 3 tahun. Pada saat itu, pasangan mulai menerima kelemahan satu sama lain. Umumnya, jika hubungan menikah bertahan 3 tahun pertama, pasangan cenderung merencakan untuk memiliki anak.

Sebagian survei menunjukan jika tahun ke-5 adalah masa yang sangat penting. Saat belum ada keturunan, mungkin saja hubungan rumah tangga bisa goyah saat itu. Berbeda dengan psangan yang sudah memiliki anak. Mereka akan mulai berdebat mengenai tanggung jawab mendidik anak.

Berlanjut ke tahun ke-7, pasangan akan mulai merasakan rutinitas yang membosankan. Dalam hubungan kebanyakan, pertengkaran antar pasangan bisa meningkat selama tahap itu. Biasanya berkaitan dengan krisis keuangan, perawatan anak, pekerjaan rumah tangga dan msalah ego sederhana. Pasangan yang bertahan pada fase itu diaggap sangat kuat.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

