Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
(Foto: Yasmine Muhammed)
Dream - Pada Kamis, 1 Februari lalu Muslimah di seluruh dunia merayakan Hijab Day. Sebuah upaya untuk merayakan dan menghargai usaha para Muslimah yang mempertahankan hijabnya, di tengah gempuran kondisi sosial di sekitarnya.
Namun sayangnya, peringatan ini harus dinodai dengan kampanye #nohijabday yang digerakan pengguna Twitter bernama Yasmine Mohammed. Atas nama feminisme, Yasmine membakar hijab yang sedang dikenakannya.
Dia beralasan jika itu adalah bentuk solidaritas kepada para wanita yang terpaksa memakai hijab. Sejak pertama kali ditangkan, video itu telah dibagikan ulang sebanyak 7.837 kali dan mendapat tombol likes dari sekitar 16 ribu orang.

Sedangkan laman Facebook dan Youtube menolak penayangan video tersebut, dan manghapus konten video Yasmine.
Perempuan berambut panjang itu mengaku lega, bisa menyuarakan pemberontakan itu tahun ini. Meskipun, ia mengungkap jika banyak menerima ancaman pembunuhan setelah mengunggah video kontroversial itu.

Banyak wanita yang merasa terinspirasidengan keberanian Yasmine tersebut. Mereka juga ikut membagikan kisah kelam yang pernah mereka alami selama mengenakan hijab.
Namun, tak sedikit yang menentang keputusan Yasmine itu. Mereka bahkan merasa malu melihat tindakan Yasmine yang mengatasnamakan feminisme tersebut.
Seperti dituturkan beberapa pengguna Twitter berikut ini.
" Itulah yang akan saya lakukan begitu saya meninggalkan Saudi untuk selamanya, saya berencana untuk membakar jilbab saya dan merekam sebuah video kemudian mempostingnya di sini dan membiarkannya menjadi virus di Twitter Saudi dan melihat mereka menjadi marah hahahaha," tulis @reginaphalanjie.

" Pada hari ulang tahun saya, rasanya membebaskan untuk membakar # Jilbab saya, saya melakukannya dengan solidaritas dengan # wanita Iran yang sedang melakukan demonstrasi melawan jilbab paksa dan sebagai # NoHijabDay Kami tidak memiliki permen atau berlian yang harus ditutupi Kami adalah manusia," tulis @ @ __AnoudAl_ Ali.
" Oke tapi kalian pernah memikirkan fakta bahwa tidak semua orang terpaksa memakainya?" tulis @baby_lads.
" Ini bukan feminisme. Ini tidak berati apa-apa dan sebuah tindakan yang tak menghormati hijab," tulis @shamtrbl.
" Lebih baik lagi ... Bagaimana kalau kamu mencoba memakai jilbab dan melihat apa yang terjadi. Setelah Anda benar-benar mengalami Hijab & Islam, baru kemudian Anda bisa datang dan membuat pernyataan. Tapi untuk saat ini, mendidik diri sendiri tanpa bias ... guru!" tulis @Alaah28.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi