Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Foto: Dokumentasi Indonesia Fashion Chamber)
Dream - Desainer membuat rancangan yang anggun dan berkelas, tentu sudah baisa. Namun, apa jadinya jika anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditantang untuk mendesain modest wear?
Ternyata SMK NU Banat berhasil membuktikan kemampuan mereka. Mengulang kesuksesaan mereka, kini Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, bekerjasama dengan Bakti Pendidikan Djarum Foundation dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) menggelar Workshop Penyelarasan SMK Kompetensi Keahlian Tata Busana pada 13 November 2017 di Kudus, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut menggandeng 140 guru perwakilan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang Tata Busana guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing tinggi di industri fashion Indonesia.

Tak hanya mendapatkan materi desain, produksi dan pemasaran, peserta juga melakukan praktik pembuatan pakaian ready to wear (RTW).
Praktik tersebut menghasilkan 32 pakaian bertema " Grey Zone" dengan empat subtema Archean, Vigilant, Cryptic dan Digitarian. Pakaian dibuat ke dalam desain monokrom yang elegan dengan menggunakan bahan lokal seperti kain tenun dan batik.
Tak hanya mendesain, peserta juga ikut serta dalam pelatihan rancangan fashion show.

“ Workshop kedua ini diarahkan seperti halnya project runway dari A sampai Z. Jadi peserta diajarkan tentang proses rangkaian fashion show seperti penentuan konsep show, pemilihan lagu, koreografi, arahan model, dan lainnya," Lisa Fitria,Mentor Fashion Branding memaparkan.
Karya garapan peserta akan ditampilkan dalam fashion show yang diperagakan oleh siswi SMK NU Banat, SMKN 1, dan SMKN 3 Kudus. Kedepannya, diharapkan setiap SMK Tata Busana dapat berperan sebagai teaching factory yang melahirkan brand-brand fashion lokal ternama.

" Dengan mendapatkan pengetahuan baru tentang industri fashion yang sebenarnya, para pendidik dapat mengarahkan siswa-siswi didiknya agar menjadi tenaga terampil yang terserap oleh dinamika industri fashion,” Lisa menambahkan.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya