BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Foto: Dream.co.id/Gladys Velonia
Dream - Label lokal kenamaan, Kamiidea yang digawangi oleh Nadya Karina, Istafiana Candarini, dan Afina Candarini akhirnya mengambil langkah serius mengubah wajah baru untuk brandnya.
" Awalnya aku udah bilang ke mereka berdua, kalau logo kita itu udah ketinggalan zaman banget. Tapi karena kita tidak pernah berantem, dan menurut mereka masih okelah logo yang lama, akhirnya aku nurut. Begitu di JFW inilah, disuruh mentor untuk rebranding dan akhirnya kita berani," tutur Nadya Karina atau yang karib disapa Karin, salah satu founder KAMI, di Senayan City, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Oktober 2017.
Founder lainnya, Istafiana Candrarini pun mengaku jika sebelumnya ia menolak untuk melakukan rebranding karena saat ini label mereka sedang berada di comfort zone.
" Proses penggantian logo ini udah dari lama, tapi gong nya itu pas keterima di IFF. Karena inginnya orientasinya kita bisa go internasional, bukan cuma Indonesia. Tidak sembarangan, itu juga arahan dari mentor asal London," timpal perempuan yang biasa dipanggil Irin itu.
Penghilangan kata " Idea" dalam nama labelnya dipercaya ketiganya agar lebih memudahkan pelafalan. Selain itu, logonya pun kini dibuat lebih simpel namun tegas untuk menciptakan personality yang baru.
" Kita tidak mau terpaku sama satu style karena tren berkembang dan berubah terus. Makanya logo juga dibuat netral, warna logonya juga yang blush netral. Kita mau ikutin tren, tapi tetep tidak ngilangin DNA kita, supaya mudah diingat," jelas Karin.
Jati diri dari " KAMI" ini disebut oleh Karin, mengangkat tema modest urban wear yang di desain sendiri, dan warna setiap koleksi agak tone down, selalu dikurangin saturasinya.
" Kenapa warna kita selalu tone down, karena kita pikir itu warna yang lebih cocok untuk kulit indonesia dibanding warna yang vibrant. Itu pandangan kita dan alhamdulillah sejauh ini diterima oleh para customer," tambah Karin.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan