Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Shutterstock)
Jika digunakan terus-menerus ada yang bisa menyebabkan kanker di permukaan bibir.
Dream - Banyak orang tergoda dengan produk perawatan yang menjanjikan kecantikan instan. Apalagi jika produk-produk itu dijual dengan harga murah di bawah standar pasar.
Padahal kosmetik semacam itu sangat berbahaya karena belum teruji secara klinis. Dalam jangka panjang, tentu mengancam kesehatan kulit pemakainya.
Tak hanya menyebabkan wajah jadi berjerawat dan kemerahan, dalam kasus yang lebih parah dapat menimbulkan kanker. Dijelaskan dokter spesialis kulit, Anestesia Tania dari ZAP Beauty Clinic bahwa biasanya ada bahan-bahan ilegal yang terkandung dalam kosmetik untuk menekan produksi.
Menurutnya, berikut beberapa kandungan yang wajib kamu wasapadai dalam kosmetik murah.
1. Merkuri
Bahan-bahan ini biasanya terkandung dalam produk berupa bedak dan krim. Merkuri mengandung logam berbahaya yang mengakibatkan alergi, iritasi kulit dan flek hitam yang sulit diatasi.

2. Timbal
Sedangkan timbal banyak digunakan untuk membuat produk perona mata dan bibir. Jika digunakan secara terus-menerus dapat menyebabkan kanker kulit.
3. Arsen
Bahan ini biasanya banyak digunakan sebagai campuran pembuat bedak dan lipstik. Arsen mengandung racun berbahaya yang dapat memicu penyakit kanker kulit.
4. Rhabdomin
Rhabdomin lebih dikenal dengan istilah zat pewarna yang bisanya digunakan untuk membuat lipstik. Dalam beberapa kasus bisa menyebabka kanker pada bibir.

5. Silicon, asam lemak, coconut oil dan lanolin
Semua bahan itu bersifat komedogenik atau dapat menyumbat pori-pori kulit. Akibatnya pori-pori tersumbat, bahkan jadi berjerawat.
(Sumber: / Annissa Wulan)