Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
(Foto: Bekraf/ Amanda Cynthia Male)
Dream - Keseriusan pemerintah mendukung kemajuan fashion lokal semakin dibuktikan. Khususnya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang ingin mewujudkan Indonesia sebagai kiblat modest fashion dunia.
Tak hanya unjuk karya di dalam negeri, Bekraf bertekad untuk membawa hasil karya desainer lokal ke kancah dunia.
Sejak Maret 2018, Bekraf mengadakan seleksi terhadap brand fashion lokal dengan tema streetwear. Dimana brand yang terpilih akan diikutsertakan dalam pameran khusus streetwear di Amerika, Agenda Show.

Hal ini didasari oleh keinginan pemerintah untuk memfasilitasi industri dengan nilai ekonomi besar ini, supaya bisa dikenal dan berbisnis di kancah internasional.
" Banyak brand Indonesia yang mengangkat tema pop culture, dimana Amerika merupakan pusatnya. Jadi, acara ini adalah peluang bagus untuk memperkenalkan brand lokal dan memperluas peluang bisnis," ungkap Joshua Simandjuntak, Deputi Pemasaran Bekraf di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, Jumat 22 Juni 2018.
Setelah menyaring 121 brand lokal, terpilih 5 brand lokal yang akan menempati tenda dalam pameran Agenda Show di Amerika pada 28 - 30 Juni 2018.
Kelima brand tersebut adalah Elhaus, Paradise Youth Club, Monstore, OldblueCo dan Potmeetspop. Brand terpilih akan berhadapan dengan sekitar sepuluh ribu pengunjung serta 750 brand lifestyle, kontemporer, aksesoris dan lain-lain.
" Kelimanya akan mengikuti pertemuan business-to-business pada 28 - 29 Juni, dan bertemu dengan customer pada 30 Juni," ujar Anisa, Penanggung Jawab Kegiatan Bekraf.
Selain mendorong industri fashion dalam negeri untuk dikenal secara global, langkah ini pun menjadi peluang untuk mendorong perekonomian negara lewat industri fashion.
" Menurut data Outlook Ekonomi Kreatif 2017, sub sektor fashion menghasilkan pendapatan Rp166 triliun dan berkontribusi sebesar 18,01 persen terhadap PDB Ekraf. Nilai ekspornya pun semakin meningkat," imbuh Ricky Pesik, Wakil Kepala Bekraf.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol