5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
(Foto: Shutterstock)
Dream - Sering merasa kesal karena produk kecantikan tidak berfungsi dengan baik? Beberapa wanita mengeluhkan makeup atau skincare yang mereka beli, tidak memberi perubahan sama sekali pada wajah.
Setelah dipakai berulang, produk tersebut terasa kurang efektif dan harus diganti dengan produk lainnya.Akhirnya, mereka merasa harus membeli produk baru lainnya setelah yang lama habis.
Jika kamu mengluhkan hal yang sama, pahami yuk mengapa banyak produk kecantikan tidak bekerja efektif di wajahmu. Dilansir dari Stylecraze, berikut beberapa sebab sebuah produk tidak menghasilkan perubahan maksimal.
1. Produknya Didesain untuk Umum

Produk perawatan wajah di pasaran biasanya sudah terbagi menjadi beberapa pilihan jenis kulit. Tapi, walaupun memiliki jenis kulit sama, kondisi kulit masing-masing orang tetap berbeda.
Hal tersebut yang kurang bisa dipenuhi oleh banyak produsen. Produknya harus mampu menangani banyak kondisi wajah. Jadi, untuk kulit sensitif mungkin kurang merasakan efeknya.
Mereka pun membuat produknya kurang memiliki kandungan yang efektif supaya banyak orang bisa memakai produknya. Hal ini yang menyebabkan produk tersebut kurang efektif.
2. Kondisi Kulit Terus Berubah

Alasan lainnya merupakan kondisi kulit yang selalu berubah. Contohnya saja, kondisi kulit seorang wanita yang pindah dari satu kota ke kota lainnya akan berubah karena perubahan kondisi lingkungan.
Beberapa penyebab perubahan kondisi kulit adalah perubahan cuaca, tempat tinggal, produk yang digunakan pada wajah, usia, gaya hidup, perpindahan, kegiatan dan lain sebagainya.
Hal-hal tersebut menyebabkan kondisi kulit selalu berubah dan sebuah produk bisa jadi kurang efektif untuk menangani perubahan tersebut.
3. Perawatan Kulit dan Produk yang Rutin Digunakan

Produk perawatan kulit harus terasa cocok di kulit supaya tidak membahayakan dan merusak kulit. Hindari produk yang mengandung SLS, SLES, Parabens dan berbagai kandungan berbahaya lainnya.
Jangan memakai produk dengan kandungan yang keras supaya tidak memperparah kondisi kulit. Gunakan produk yang tidak menyeimbangkan pH kulit, bisa merusak kulit dan menjadi pemicu bakteri, jamur dan polusi untuk masuk ke dalam kulit.
Pilih produk yang cocok dan mampu mengobati kekurangan pada kulit serta melindunginya.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya