Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
(Foto: Instagram Arafah Rianti)
Dream - Beberapa tahun belakangan, bisnis busana muslim tumbuh pesat di pasar fashion Indonesia. Membuat para desainer dan para pelaku industri ini main bergeliat.
Jauh sebelum industri fashion muslim booming, ada sebuah brand busana muslim asal Bandung yang telah menekuni pasar terebut. Adalah Rabbani, yang terkenal dengan hijab instan nan nyaman untuk keseharian.
Tak hanya soal desain hijab dan busana saja yang menarik perhatian, rupanya cara merekrut karyawan pun tak kalah jadi bahan perbincangan.
Diungkapkan sang Coorporate Scretary, Januar Rachdiansyah jika mereka memiliki persyaratan khusus dalam mencari pegawai. Selain harus beragama Islam, para calon karyawan pun ditekankan pada ketekunan ibadahnya.

" Sistem penerimannya nggak berbeda jauh dengan perusahaan lain, tapi lebih ditekankan ke wilayah ibadah. Nanti ada semacam wawancara yang menanyakan kapan terakhir salat berjamaah subuh di masjid? Kalau sholat masih bolong nggak?" tutur Januar saat berbincang dengan Dream.
Menurut Januar, mereka sengaja menetapkan standar itu karena disesuaikan dengan konsep busana yang mereka jual. Sebagai perusahaan busana muslim harus mencerminkan kehidupan Islami. Tanpa menyepelekan masalah profesionalitas kinerja karyawan.
Sistem penerimaan karyawan ini sudah berlangsung lama, diterapkan kepada 2000-3000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Atmosfer Islami senantiasa mereka jaga selama proses kerja. Tak sekadar saat tes penerimaan pegawai saja, karena setiap harinya mereka diperdengarkan tilawah sepanjang hari.

" Kita setelkan murotal, paling tidak juz 30. Kalau di toko, setidaknya kita perdengarkan lagu itu nasyid biar suasana beda. Bahkan kalau sedang tidak ada pengunjung kita arahkan untuk tilawah," lanjutnya.
Lebih lanjut Januar menceritakan ada penilaian tambahan yang disebut amalan harian. Dititikberatkan pada sholat tahajud, dhuha, puasa senin-kamis, tilawah hingga jamaah di Masjid.
" Untuk penilaian yaumian (amalan harian) ada grupnya dan berlaku dari jajaran direksi hingga tingkat yang paling bawah. Namanya tahajud call, dimana ada yang betrtugas bangun duluan untuk membangunkan yang lain," imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, pihak Rabbani memberlakukan yaumian itu. Menurut Januar mereka telah merasakan efek yang sangat positif pada karyawan. Sehingga sangat mempengaruhi kinerja mereka yang menjadi lebih rajin.
" Kalau ini kan sunah ya, jadi tidak bisa wajib. Dalam beberapa kajian juga disebutkan ketika seseorang jalan pagi ke masjid akan menghirup ozon perpindahan dari malam ke pagi. Sehingga menjadi lebih refresh serta menghasilkan aura yang lebih positif," ujar Januar melengkapi.
Tak hanya berhenti sampai di situ saja, karena pihak perusahaan juga telah menyediakan hadiah umrah bagi karyawan berprestasi. Setiap tahun, mereka akan diseleksi dan diberangkatkan ke Tanah Suci bersama para para member dan reseller yang terpilih.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?