BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Dream - Fashion show bertajuk 'Youniverse: Celebration of Colors' persembahan Wardah menutup hari keempat perhelatan Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 dengan sempurna. Dibuka dengan penampilan Vidi Aldiano yang menyanyikan lagu Gadis Genit, sebanyak delapan model berlenggok ceria membawakan busana dari 8 desainer yang berbeda.
Pada tahun ini, Wardah kembali menggendeng beberapa desainer untuk memeriahkan ajang mode tahunan, IFW.
Bedanya, kali ini Wardah menantang Zaskia Sungkar, Mel Ahyar, Malik Moestaram, Dian Pelangi, Norma Hauri, Kurzein Karzai, Ria Miranda dan Barli Asmara untuk menampilkan satu diantara empat tren kecantikan Wardah 2017 sebagai karakter busana yang akan ditampilkan.
Kedelapan desainer berhasil merepresentasikan empat look tang terdiri dari genuine, brave, faithful dan serene dalam garis desain yang berbeda. Namun tetap berhasil mewakili keunikan masing-masing DNA dari setiap brand.
Dian Pelangi dan Ria Miranda mengeluarkan rancangan-rancangan ready to wear yang lebih kasual. Sedangkan Norma Hauri dan Zaskia Sungkar, menyuguhkan busana-busana panjang bernunsa monokrom.

Berbeda dengan Malik Mostaram yang menampilkan busana pesta bernuansa gold. Kain tulle, organza dan lace menjadi kekuatan yang menjadikan rancangan Malik nampak elegan dan glamor.
Disusul dengan rancangan Kursein yang menggambarkan gaun-gaun perempuan Victoria yang berpotongan megar dan lebar. Serta kekuatan evening dress milik Barli Asmara, yang menampilkan aksen kelopak-kelopak anggrek bulan di bagian pundak dan pinggul.
Tak ketinggalan pula koleksi Happa by Mel Ahyar yang terinspirasi dari keramahan masyarakat Peru. Rancangan Mel menjadi pembeda di antara 7 desainer lainnya. Mempertahankan garis desain yang edgy, koleksi Happa tetap menonjolkan hiasan tassel sebagai aksen. Serta mencoba bermain dalam pemilihan warna-warna seperti merah, mustard, hijau turkis dan nuansa cerah lainnya.
Suasana panggung semakin meriah ketika semua desainer dan model tampil di atas panggung diiringi dengan penampilan Maliq & d'essential dan Vidi Aldiano. Penampilan mereka menghentak panggung Plenery Hall Jakarta Convension Hall, pada Sabtu malam, 4 Febuari 2017. Lalu panggung ditutup dengan gemuruh tepuk tangan seluruh penonton yang memenuhi ruangan.(Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
