Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
(Foto: Shutterstock)
Dream - Perlakuan diskriminasi kepada perempuan berhijab kembali terjadi. Sebelumnya, ada hotel yang melarang perempuan berhijab untuk menggunakan kolam renangnya. Namun sekarang, terjadi hal yang lebih parah lagi.
Sebuah hotel di Malaysia melarang wanita berhijab untuk menduduki posisi resepsionis. Peraturan ini mendapat kecaman dari Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan setempat.
Wakil Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan setempat, Datuk Mas Ermieyati Samsudin menyebut jika larangan itu jelas-jelas melanggar hak kebebasan praktik keagamaan yang terkandung dalam Konstitusi Malaysia dan Islam sebagai agama Federasi.

Bahkan disebutkan oleh Samsudin jika secara internasional tidak pernah ada kebijakan semacam itu, terutama di negara kaya minyak Asia Barat sendiri.
" Pemilik hotel di Malaysia perlu mengetahui konstitusi federal, yaitu kebebasan beragama dan hal itu harus dihormati. Itu bahkan terjadi pada ipar laki-laki saya sendiri."
" Ketika saya pergi wawancara sebagai pekerja di sebuah hotel, atasan di sana memberi tahu saya bahwa dia tidak membolehkan pegawai mengenakan hijab dan mereka harus mengenakan rok," ucap Mas Ermieyati menyayangkan.

Sebelumnya, Asosiasi Hotel Malaysia (MAH) dilaporkan telah mempertahankan praktik operator hotel, yang melarang pekerja wanita Muslim bekerja sebagai resepsionis.
Presiden MAH, Cheah Swee Hee membantah bahwa larangan yang dikenakan pada staf Muslim adalah bentuk diskriminasi agama. Ia justru mengklaim jika hal itu merupakan bagian dari kebijakan internasional.
Dia juga mengatakan bahwa setiap hotel yang berstatus internasional, memiliki prosedur operasional standar (SOP) dan kebijakan perusahaan yang telah ditentukan.
(Sumber: Mynewshub)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
