Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Kekurangan cairan menjadi salah satu penyebab kulit menjadi kering. Padahal, idealnya tubuh membutuhkan asupan air minum hingga 2 liter setiap harinya.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Tina Wardhani Wisesa, membagikan tips cara mengatur pembagian minum yang tepat. Menurutnya, jangan memaksa meminum semuanya dalam satu waktu.
" Biasakan minum jangan karena haus, tapi karena kebutuhan. Jangan juga karena tahu sehari dua liter, langsung minum dua liter tapi seterusnya nggak minum lagi.” ujar Tina saat ditemui di Ecology Bistro Kemang, Jakarta, Selasa 8 Mei 2018.

Apalagi saat menjalankan puasa Ramadan, harus pintar membagi waktu agar keutuhan air tercukupi sepanjang hari. Agar kulit tidak menjadi kering selama puasa, ada cara mudah untuk mengatasinya.
“ Kalau puasa kan kita nggak minum atau makan apa pun dari pagi sampai sore. Apalagi pada siang hari, biasanya waktu di mana aktivitas sedang padat-padatnya. Terlebih lagi aktivitasnya di luar ruangan yang langsung terpapar sinar matahari.” kata Tina.
Ia menyarankan untuk selalu sedia pelembab dan lipbalm, serta mengolesinya setiap saat. Jika sebelumnya hanya digunakan setiap pagi dan sore, pada saat puasa perlu diolesi pada pagi, siang, sore, dan malam hari.

“ Dengan cara itu, menurut saya bisa mengatasi. Jadi, jangan karena lagi puasa dan takut kulit kering, malas ke luar ruangan. Padahal, di dalam ruangan, terutama yang bersuhu dingin, juga bisa menyebabkan kulit kering.”paparnya.
Menurutnya, kulit masyarakat Indonesia merupakan kulit yang bagus dibanding pemilik kulit negara empat musim. Sehingga lebih mudah merawatnya, saat puasa.
“ Seharusnya masyarakat Indonesia merasa beruntung, karena kulit tropis masih bisa kembali lembab, sedangkan kulit di negara empat musim bisa menyebabkan kulit benar-benar kering. Jadi, ini soal bagaimana kita menjaga dan merawat kulit.”tutup Tina.
(Laporan: Dina Nazhifah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya