Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
(Foto: Shutterstock)
Dream - Rambut terkadang mengalami kebotakan karena sebab tertentu, mulai dari penuaan hingga faktor genetik. Berbagai metode diciptakan untuk mencegah kebotakan. Salah satunya adalah inovasi yang satu ini.
Transplantasi atau tanam rambut merupakan proses operasi yang berguna untuk memindahkan rambut untuk ditanam di bagian kepala yang botak. Menutur laporan Times of India, proses ini bisa dilakukan dengan dua cara.
Cara pertama adalah Strip Harvesting, dimana bagian rambut yang masih bagus dikelupas untuk ditempelkan pada bagian yang botak. Akar rambut kemudian dipindahkan secara manual dan ditanam di tempat yang tidak berambut.
Cara kedua disebut dengan Follicular Unit Extraction (FUE) yang dilakukan dengan prosedur lebih rumit. Bagian rambut yang akan didonor akan dibius terlebih dahulu. Bagian kepala yang botak kemudian dibersihkan dari sisa rambut dan folikel.

Kemudian, rambut donor akan dipasang pada bagian yang botak. Cara ini merupakan prosedur bedah sehingga meninggalkan bekas jahitan. Setelah 10 hari, jahitan bisa dilepas dari kulit kepala. Dalam satu minggu, area bekas donor akan sembuh seperti sedia kala.
Perlu diperhatikan bahwa rambut hasil donor akan tumbuh dengan normal dalam waktu 2-4 minggu. Akar rambut akan terangsang untuk tumbuh seperti fungsi aslinya.

Meskipun merupakan prosedur bedah ringan, rambut akan membutuhkan perawatan ekstra setelah operasi. Pasien tidak boleh keramas selama 2-3 hari, tergantung dari kondisi kulit kepala.
Sinar matahari juga sebaiknya dihindari untuk mencegah iritasi. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik guna menghindari terjadinya infeksi.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

