5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Foto: Nurwahyunan/KapanLagi.com
Dream - Serupa tapi tak sama, Indonesia dan Malaysa merupakan dua negara dengan komunitas hijabers terbanyak. Meski begitu, keduanya memiliki tren hijab yang jauh berbeda.
Hal itu diungkapkan oleh aktris cantik Laudya Cynthia Bella. Pemain film 'Surga yang Tak Dirindukan 2' itu memutuskan tinggal di Malaysia sejak dipinang oleh Engku Emran pada 8 September 2017.
Sejak tinggal di Negeri Jiran, Bella mulai merasakan perbedaan gaya busana hijabers di sana. Terutama untuk tren Ramadan dan Idul Fitri.
" Baju yang populer menjelang lebaran biasanya baju kurung dan abaya. Tapi lebih ketat, walaupun mereka berhijab," kata Bella di acara exclusive interview bersama P&G, Jakarta, Kamis 16 Mei 2019.
Busana muslim bersiluet body fit memang lebih populer di Malaysia. Hijabers di sana sangat senang terlihat langsing dan modis. Berbeda dengan hijabers Indonesia yang banyak mengandalkan siluet loose.
Sementara dari segi hijab, Bella juga menemukan perubahan yang cukup mencolok. " Meski body fit, hijabnya beda. Mereka lebih panjang."
Pashmina atau shawl masih menjadi hijab favorit wanita Malaysia. Mereka juga kerap mengandalkan permainan motif.
Warna pastel dan earthy tone yang menjamur di Indonesia malah sepi peminat di Negeri Jiran. Mereka lebih mengandalkan warna mencolok seperti merah, hijau dan kuning terang.
Mantap berhijab sejak 2015, Bella memutuskan untuk terjun ke bisnis fashion muslim. Ia pun melebarkan pundi-pundi bisnis sampai ke negara suami.
" Tantangan pasar Malaysia ada di perbedaan tren, akhirnya bikin desain khusus yang hanya dikeluarkan di sana. Dari yang tadinya kental di pastel jadi bermain di warna terang," imbuhnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?