Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Area intim anak sering mengalami masalah dan banyak orangtua tak menyadarinya. Hal ini karena anak terutama balita, kadang belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya. Anak pun biasanya jadi lebih rewel, terlihat pucat dan malas beraktivitas.
Jika kondisi tersebut dialami buah hati, periksa semua kondisi tubuh si kecil termasuk area intimnya. Menurut Michelle Ponti, seorang dokter anak asal London, masalah di area intim anak biasanya karena kurangnya kebersihan.
"Kurangnya menjaga kebersihan di area intim memang jadi faktor, untuk itu orangtua harus waspada pada keluhan yang muncul dan kondisi kebersihannya," katanya.
Ada tiga masalah kesehatan di area intim anak yang mungkin saja dialaminya.
1. Anal fissures
Jika anak menangis setiap kali buang air besar dan Anda melihat semacam garis merah di toilet kemungkina ia memiliki luka di area anusnya atau sering disebut anal fissure. Biasanya hal ini terjadi karean feses yang dikeluarkan anak sangat keras dan sedikit merobek kulit di sekitar anak. Periksakan ke dokter untuk pemeriksaan luka. Berikan si kecil banyak air, sayur dan buah agar fesesnya tidak keras.
2. Balanitis
Kondisi balanitis yaitu adanya peradangan di area kepala dan kulit penis. Biasanya ini terjadi pada anak-anak yang belum disunat. Anak biasanya mengelungkan gatal dan tidak nyaman. Kadang terlihat penis membengkak. Balanitis biasanya terjadi ketika area antara kepala dan kulit penis tidak dibersihkan dengan benar.
3. Adhesi labial
Jika kulit di area intim anak perempuan terlihat menempel, jangan panik. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia 3 bulan hingga 6 tahun. Urine, popok, sabun dan celana bisa saja mengiritasi labia (area kulit yang menutupi vagina) untuk itu harus dibersihkan dengan benar. Tapi biasanya ini akan mereda dengan sendirinya.
"Periksakan ke dokter jika anak kesulitan buang air kecil karean tertutup labia, atau ketika kondisi labia terlihat merah, bengkak dan si kecil demam," kata Ponti.
SUmber: Today Parents
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'