Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masalah, kesulitan, rasa bosan kadang membuat anak-anak merespons dengan penuh 'drama'. Ada yang menangis hingga mengamuk, membanting buku, pergi ke kamar lalu mengurung diri.
Tak hanya itu, anak-anak juga kerap melontarkan pernyataan yang tak diduga dan mendramatisir keadaan. Pernah menghadapi situasi demikian? Cari tahu maksud dari pernyataan 'drama' buah hati.
- " Aku gak punya apa-apa buat main"
Hal ini sering dilontarkan anak padahal mainannya menumpuk di kotak penyimpanan. Apa penyebabnya? Menurut Michael Bradley, EdD, seorang psikolog klinis, hal itu karena anak terbiasa permainan terstruktur.
" Mereka jarang bermain dengam barang seadanya dan sendirian. Anak juga terlalu sering bermain dengan gadget dan menonton televisi," ungkap Bradley.
Berikan barang-barang di rumah yang bukan mainan. Biarkan si kecil bermain sendirian sesuka hati. Tak perlu menunjukkan bagaimana menyusun atau memainkannya.
- " Aku gak bisa melakukannya, susah banget"
Sebagian besar anak-anak aka sangat khawatir saat mencoba aktivitas baru. Pernyataan tersebut dilontarkan biasanya karena mereka takut mengalami kegagalan.
" Ungkapkan pada anak kalau ingin menjadi juara harus mencoba segalanya, berikan cerita lucu untuk memotivasinya. Hal terpenting adalah membuatnya menaklukan rasa takut lebih dulu," kata Bradley.
- " Aku sebal sama mama/papa"
Biasanya pernyataan ini keluar saat hukuman atau konsekuensi terjadi. Jangan terpancing emosi, karena malah bakal memperburuk keadaan. Biarkan anak mengeluarkan emosinya. Tinggalkan sementara agar tak terpancing. Jika suasana susah tenang baru jelaskan dan beri ia pelukan.
Sumber: Parents