8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Rasa gelisah seringkali tidak disadari ketika menyerang. Bukan hanya pada orang dewasa tapi juga pada anak-anak. Banyak hal yang membuat anak mengalami kegelisahan mendalam. Seperti tak nyaman di sekolah, menghadapi ujian atau ketika berada di lingkungan baru.
Kehadiran orang tua akan diperlukan ketika si kecil mengalami gelisah. Sebab, gelisah bisa menyebabkan tekanan emosional. Perasaan gelisah ditimbulkan dari bagian otak yang bernama amygdala. Bagian tersebut memunculkan naluri untuk mempersiapkan diri dari bahaya atau suasana tidak nyaman.
Amygdala yang bekerja terlalu berlebihan itulah yang mengakibatkan rasa gelisah. Berikut ini merupakan 'kode' dari si kecil yang sebenarnya sedang merasa gelisah.
1. Ingin muntah
Pernah mendengar si kecil mendadak ingin muntah? Bisa jadi itu bukan karena ia sedang sakit, melainkan gelisah. Ketika gelisah, aliran darah di perut akan terangsang untuk mengalir ke
otak. Akibatnya, sistem pencernaan akan bekerja lebih lambat. Hal ini menyebabkan timbulnya sensasi seperti mual, sakit perut hingga muntah.
2. Merasa tidak lapar
Ketika sistem pencernaan bekerja lebih lambat, maka tubuh tidak akan merasa lapar. Si kecil yang mendadak tidak mau makan harus diperhatikan, karena bisa jadi ia sedang dilanda gelisah. Anda bisa memancingnya dengan makanan kesukaan untuk mengembalikan nafsu makannya.
3. Sedih tanpa tahu sebabnya
Rasa gelisah biasanya diikuti dengan rasa sedih. Biasanya, si kecil tidak paham mengapa ia bersedih karena belum memahami arti emosi. Jangan panik ketika ia mendadak mengangis tanpa sebab. Biarkan ia mengeluarkan emosinya sambil terus didampingi.
4. Buang air kecil terus-menerus
Gelisah bisa memicu seseorang untuk buang air kecil lebih banyak. Sebab, sistem saraf menjadi lebih sensitif ketika gelisah. Otot juga menjadi lebih tegang sehingga turut menekan kandung
kemih. Tanyakan pada anak jika ia terus menerus buang air kecil dan wajahnya terlihat pucat. Bisa jadi sedang mengalami masalah.
5. Tidak bisa tidur
Ketika tidur, rasa gelisah bisa lebih terasa oleh si kecil. Hal ini terjadi karena tubuh tidak melakukan apa-apa ketika hendak tidur, sehingga tidak ada kegiatan yang menghalanginya dari rasa gelisah. Anda bisa membantunya dengan membacakan dongeng hingga ia mampu tidur dengan pulas.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian