Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Program "Terima Kasih Ibu" Dompet Dhuafa (Foto: Nanda F./Dream)
Dream - Menyambut hari ibu, hari ini Kamis 22 Desember 2016 puluhan ibu dhuafa yang memiliki anak berkebutuhan khusus dimanjakan lewat perawatan kecantikan gratis.
Tidak dapat dipungkiri, peran ibu dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus sangat besar. Mereka dengan sabar dan gigih mendampingi anak-anaknya.
Dalam menjalankan perannya, para ibu yang tidak mempunyai waktu banyak atau malah tak pernah sempat untuk mengurus dan merawat diri sendiri. Melihat kondisi tersebut, bertepatan dengan Hari Ibu yang jatuh hari ini, Dompet Dhuafa bersama Yayasan Cinta Harapan Indonesia (YCHI) Autism Center dan komunitas relawan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) menggelar program " Terima Kasih Ibu" yang diadakan di Mall Pacific Place, Jakarta, Kamis 22 Desember 2016.
Manager Customer Relationship Management Dompet Dhuafa, Danar Dona, mengatakan bahwa program ini digagas karena mendampingin anak berkebutuhan khusus merupakan tantangan yang cukup berat bagi orangtua, terutama ibu. Dibutuhkan tenaga dan perhatian ekstra.
" Para penerima manfaat program ini mayoritas bekerja sebagai buruh cuci dan asisten rumah tangga. Program ini sebagai bentuk apresiasi untuk membahagiakan mereka. Selain dimanjakan dengan fasilitas perawatan kecantikan, seperti di bagian wajah dan tubuh serta pijat, mereka mendapat bingkisan juga," kata Dona.
Sementara selama para ibu mendapatkan fasilitas perawatan kecantikan, anak-anak mereka diajak bermain bersama seperti permainan, mewarnai, menggambar, dan dongeng. Anak-anak ditemani para relawan DDV, dan fasilitator YCHI Autism Center.
Laporan: Nanda Febriani