Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Bayi Tidur Pulas (Foto: Shutterstock)
Dream - Menidurkan balita terkadang jadi sebuah pekerjaan yang sangat sulit. Malam sudah sangat larut, orangtua mengantuk sementara si kecil masih sangat aktif, bahkan mengajak bermain.
Lampu sudah diredupkan, pakaian tidur sudah dikenakan, cerita pun sudah habis berbuku-buku, tapi mata si kecil tak kunjung terpejam. Sahabat Dream pernah mengalaminya?
Sebuah studi baru-baru ini telah meneliti teknik yang menarik dan layak dicoba untuk membuat anak tertidur pulas. Hal yang dibutuhkan adalah kesabaran karena membutuhkan waktu lebih lama.
Yaitu teknik sleep fading yang menerapkan konsep jika bayi atau balita tidak lelah, akan lebih sulit untuk membuatnya tidur. Dikutip dari KidSpot, caranya adalah dengan memilih waktu yang konsisten.
Misalnya selama 7 hari, ibu ingin anak bangun lebih pagi. Pada malam pertama, tunda waktu tidur bayi selama 15 menit. Di hari-hari terakhir, jika anak masih membutuhkan waktu lama untuk tidur, mundurkan waktu tidurnya 15 menit lagi.
© Dream
Coba setiap hari selama beberapa malam. Nantinya si kecil akan tertidur pulas dengan sendirinya tanpa terlalu banyak 'drama'.
Studi yang dilakukan tim dari Flinders University, Australia, yang diterbitkan dalam Journal Sleep Medicine mengevaluasi kemanjuran sleep fading untuk mengurangi gangguan tidur pada anak usia prasekolah.
Mereka mempelajari 21 anak berusia satu hingga empat tahun yang mengalami kesulitan tidur, tidur normal, atau keduanya. Mereka memberi perhatian khusus pada lamanya waktu yang diperlukan bagi anak prasekolah untuk tertidur, bangun lagi, dan banyaknya amarah sebelum tidur.
Studi ini menunjukkan waktu tidur yang memudar mengurangi latensi onset tidur (waktu yang diperlukan bagi anak untuk tertidur) dan bangun setelah onset tidur, dan serta bisa mengurangi risiko mengamuk atau tantrum.
Ingin menerapkannya di rumah, bunda?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun