Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Jika Anda merasa kondisi penis si kecil sangat kecil dan 'tenggelam', jangan tunda untuk memeriksakannya.
Dream - Salah satu masalah kesehatan yang dialami bayi dan sering terabaikan para orangtua adalah masalah di organ intim. Untuk bayi laki-laki, ada sebuah kondisi di mana ukurannya di bawah normal dan sering disebut sebagai mikropenis.
Kadang, penis si kecil tampak tenggelam dan tidak terlihat. Jika Anda merasa kondisi penis si kecil sangat kecil dan 'tenggelam', jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter. Dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak semua penis yang terlihat kecil itu memang benar-benar kecil dan memerlukan penanganan medis.
Jadi sebaiknya diperiksakan ke dokter anak untuk mengetahui dengan pasti. Nantinya dokter akan mengukur penis. Cara mengukur penis memerlukan teknik khusus, yaitu dengan mengukur penis yang tertarik maksimal (stretched penile length).
Untuk mengukur panjang penis adalah dengan menggunakan caliper atau penggaris. Panjang penis harus diukur dalam keadaan teregang dan tidak dalam kondisi lemas. Bagian ujung penis dipegang dengan ibu jari dan telunjuk, ditarik, dan pengukuran dilakukan dari dasar penis (pubis).
Hasil pengukuran tersebut akan dibandingkan dengan ukuran panjang penis secara statistik menurut usia anak. Bila hasil pengukuran penis anak di bawah -2,5 standar deviasi maka panjang penis anak tersebut termasuk dalam mikropenis. Bila panjang penis berada di antara -2,5 standar deviasi dan ukuran normal sesuai usianya, maka termasuk dalam penis kecil (small penis).
Penyebab
Terdapat berbagai kondisi yang dapat menyebabkan mikropenis, namun sebagian besar mikropenis sederhana (tanpa kelainan bentuk kelamin lain) tidak diketahui penyebabnya atau disebut juga mikropenis idiopatik.
Penyebab lainnya yang lebih jarang, seperti penurunan produksi hormon androgen (testosteron) pranatal, skrotum yang tidak berkembang dengan baik, gangguan produksi hormon testosteron atau gangguan pada reseptor testosteron. Hormon testosteron merupakan hormon yang dikeluarkan oleh testis, yang berfungsi untuk penyempurnaan atau maskulinisasi bentuk kelamin termasuk penis.
Sedangkan kelenjar pituitari mengeluarkan hormon yang berfungsi untuk mengatur pengeluaran hormon androgen di testis. Penis yang tenggelam dapat menyerupai mikropenis. Kondisi ini disebabkan lemak suprapubik (daerah depan penis) yang cukup tebal, sehingga sebagian atau seluruh batang penis tenggelam dan tidak terlihat.
Mikropenis dapat merupakan bagian dari suatu sindrom atau kondisi yang lebih kompleks, seperti Sindrom Kallman, Sindrom Klinefelter, atau disorders of sex development (gangguan perkembangan jenis kelamin). Pada kondisi ini biasanya akan ditemukan manifestasi klinis lain yang menyertai, seperti kelamin ganda, testis tidak turun, hipospadia, pembesaran payudara, atau gangguan penciuman.
Ada pengobatan khusus untuk kondisi mikropenis ini. Biasanya yang akan menangani adalah dokter anak sub spesialis endokrinologi. Selengkapnya baca di sini.
Sumber: IDAI