Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Kecelakaan Pada Anak
Dream - Anak-anak sangat aktif terutama balita yang sulit sekali menerima 'batasan'. Mereka tak akan berhenti berlarian atau memegang barang berbahaya jika belum mengalami sakit. Pengawasan kita sebagai orangtua pun kadang lengah.
Kecelakaan tak bisa dihindarkan. Mulai dari jatuh, kepala terbentur, reaksi alergi, hingga tergores dan berdarah. Kepanikan pasti muncul, tapi sebaiknya Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala terbentur
Saat bermain lompat-lompatan, sepada atau berlarian, anak jatuh dan kepalanya terbentur. Jika muncul kemerahan atau biru, segera kompres dengan es yang taruh dalam kain. Mungkin akan terasa sakit tapi akan meredakan bengkaknya. Namun jika anak kehilangan kesadaran, pusing, disertai muntah dan sulit berjalan, pastikan posisi tubuhnya tidak berubah. Segera telepon ambulans dan tim medis untuk menjemput. Bisa jadi ada luka di dalam kepala.
Reaksi alergi
Alergi bisa bermacam-macam dan mungkin tak Anda sadari. Bukan hanya gatal-gatal atau kemerahan, tapi juga batuk, sesak napas, diare hingga pingsan. Untuk itu jika anak memiliki riwayat alergi selalu sedia obat antialergi di rumah dan selalu hindari pencetus. Obat antihistamin biasanya cukup aman, tapi jika reaksi alergi yang muncul hingga membuat anak sesak napas, harus segera dibawa ke UGD.
Luka benda tajam
Kulit anak tergores benda tajam seperti kaca, pisau atau benda lainnya, darah akan banyak keluar. Jika tak terlalu dalam, tutup luka dengan kain bersih untuk menghambat pendarahan. Tekan lembut selama beberapa detik dan lepaskan. Jika luka ringan biasanya akan reda dengan sendirinya. Tapi jika cukup dalam dan darah tak berhenti mengalir segera periksakan ke dokter.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari