Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Balita
Dream - Mengasuh buah hati berarti mengajarkannya nilai-nilai budi pekerti dan norma tanpa henti, yang tak mereka dapatkan di bangku sekolah. Salah satunya adalah tanggung jawab. Banyak orangtua yang beranggapan kalau tanggung jawab baru bisa dimengerti anak dan diajarkan ketika mereka memasuki usia sekolah.
Padahal ketika anak sudah bisa diajak berkomunikasi dan mengerti instruksi, berarti orangtua sudah bisa mengajarkannya bertanggung jawab. Tentu untuk mengajarkannya, anak perlu
contoh. Misalnya, menaruh piring bekas makan dan gelas minumnya di bak cuci piring.
" Contoh langsung adalah hal yang paling cepat dipahami anak. Kebiasaan sehari-hari kita selalu diperhatikan buah hati. Ketika Anda menaruh baju kotor di mana saja, anak akan menirunya.
Tetapi ketika baju kotor ditaruh di tempat cucian kotor, anak akan melihat dan memahaminya. Baju yang sudah dipakai dan kotor berarti memiliki tempat khusus," ujar Renata Albert,
seorang psikolog anak, seperti dikutip dari The Spruce.
Bisa diawali dengan memberi contoh bertanggung jawab pada keperluannya sendiri. Memilih pakaian, mengambil makanan dan hal lain terkait keperluan anak. Setelah itu, sering-sering
libatkan anak dalam pekerjaan rumah tangga.
Mencuci piring, membersihkan makanan yang tumpah, menyiram tanaman serta pekerjaan ringan lainnya. Jika mereka mengerjakannya dengan tidak baik, bukan masalah. Hal utama adalah mengenalkannya kalau kebersihan dan kenyamanan rumah adalah tugas semua anggota keluarga.
" Jangan lupa berikan pujian jika anak ikut membantu dan turun tangan. Apalagi jika mereka mampu bertanggung jawab terkait kebutuhannya sendiri dengan baik. Dengan begitu anak jadi termotivasi," kata Albert.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya