Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menyekolahkan anak-anak tentunya orangtua memiliki target dan pengharapan tertentu. Mulai dari pencapaian akademik hingga modal etika yang baik bagi anak-anak. Apalagi ketika anak baru sekolah untuk pertama kalinya.
Biasanya di tingkatan kelompok bermain atau taman kanak-kanak (TK). Agar anak-anak menikmati rutinitas barunya, dan tak menjadi trauma, hindari hal-hal berikut.
1. Fokus pada hal negatif
Mama sangat senang saat mengantarkan si kecil ke sekolah, tapi respons anak sebaliknya. Menangis dan ingin pulang tak ingin berada di sekolah apalagi harus berpisah dengan ibunya. Saat kembali di rumah lebih baik jangan membahas sikap anak yang menangis dan merengek minta pulang. Ceritakan keseruan aktivitas di sekolah, seperti main bola, jungkat jungkit, membuat kapal kertas dan masih banyak lagi. Hindari memfokuskan pada hal negatif.
2. Terlalu mengontrol
Insting orangtua memang ingin memegang kontrol pada anaknya, apalagi di lingkungan baru. Cobalah untuk menguranginya. Biarkan anak di sekolah, main sesukanya atau mungkin dia hanya ingin duduk diam memperhatikan. Tak perlu menyuruhnya untuk melakukan sesuatu. Anak-anak butuh adaptasi yang lebih lama dan orangtua penting untuk lebih sabar dari biasanya.
3. Membandingkan dengan anak lain
Hal ini boleh dibilang paling menyebalkan. Bukan hanya bagi anak-anak tapi juga orang dewasa. Untuk itu hindari membandingkan buah hati dengan teman-temannya lebih mudah beradaptasi di sekolah. Ingat, setiap anak memiliki kemampuan adaptasi serta kelebihan yang berbeda.
Sumber: Parenting