Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

3 Hal yang Harus Dipenuhi Demi Pertumbuhan Anak Optimal

Reporter : Gladys Velonia
Senin, 20 November 2017 19:27
3 Hal yang Harus Dipenuhi Demi Pertumbuhan Anak Optimal
Sebanyak 35% anak Indonesia mengalami stunting atau tubuh pendek karena kekurangan nutrisi dan stimulasi fisik.

Dream - Banyaknya studi yang dilakukan universitas terkemuka di dunia mengenai hubungan positif antara tinggi badan anak di masa pertumbuhan dengan tingkat kecerdasan otak tidak sepenuhnya dipahami oleh para orang tua. Pasalnya hingga kini, orangtua masih terfokus dengan pertambahan berat badan anak ketimbang pertambahan tingginya.

Menurut Ahmad Suryawan, seorang dokter spesialis anak, tinggi badan anak merupakan salah satu tolok ukur untuk mengetahui apakah anak tersebut sehat atau tidak. Sayangnya, hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) Kementerian Kesehatan pada 2013, tidak menunjukkan hasil baik mengenai hal tersebut.

" Sebanyak 35% anak Indonesia mengalami stunting atau kondisi anak yang tinggi badannya di bawah rata-rata anak di usianya," tutur dokter yang akrab disapa Wawan itu di Konferensi Pers Frisian Flag, di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Senin, 20 November 2017.

Terkait hal tersebut, orangtua harus lebih aktif memberikan stimulasi dan nutrisi demi mengurangi risiko stunting. Stimulasi yang dimaksud adalah pengalaman anak untuk belajar melatih sensor motoriknya dengan gerakan-gerakan sederhana sesuai dengan kapasitasnya.

" Memang di 2 tahun pertama kemampuan anak bergerak itu terbatas. Tapi harus dibiasakan berolahraga supaya anak sehat, bugar, dan mampu meningkatkan kepandaian mereka terutama ingatan jangka panjang," timpal Michael Triangto, dokter spesialis olahraga.

Lebih lanjut, Michael mencontohkan gerakan sederhana yang dapat diajarkan pada anak adalah Gerakan 123 Frisian Flag yang meliputi gerakan berjalan di tempat, gerakan menyilang, berlari, serta melompat yang baik dan mudah dilakukan anak-anak.

Sedangkan untuk nutrisi, pemberian ASI secara eksklusif dibarengi dengan MPASI, kemudian dilanjut dengan susu formula merupakan kombinasi yang pas untuk memenuhi gizi seimbang anak.

" Betapa pentingnya paduan nutrisi, gerak atau stimulasi, dan kasih sayang untuk anak. Karena ketiganya dapat mempengaruhi kecerdasan anak. Gerak fisik senso-motorik mendukung perilaku kognitif, kemudian kognitif mendukung psiko sosial," jelas Roslina Verauli, psikolog anak.

Dengan mendapat curahan kasih sayang, disebut Vera akan merangsang neuron otak tumbuh dengan baik. Dengan perpaduan nutrisi dan aktivitas gerak yang baik maka anak dapat tumbuh optimal dengan tinggi badan semampai dan cerdas dalam bidang akademis maupun sosial.

Beri Komentar