Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dokter Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Mencari dokter anak yang mudah diajak berkomunikasi, mampu mengatasi kepanikan orangtua serta selalu mempertimbangkan psikologis anak, memang tidak mudah. Tiap dokter memiliki gaya, kepribadian dan keahliannya masing-masing.
Mengapa harus mencari dokter anak yang pas cocok dan pas di hati? Sahabat Dream bakal menemuinya saat si kecil sakit, demam, mengalami insiden jatuh, mencari sekolah, berkonsultasi seputar perkembangan psikologis, melalui masa puber hingga anak beranjak dewasa.
Untuk itu pastikan si dokter anak mampu diajak berkomunikasi dengan baik, bukan hanya urusan kesehatan dan medis. Bukan hanya keahliannya di sisi medis, tapi juga pertimbangkan faktor berikut.
- Pendengar yang baik
Dokter yang baik adalah dokter yang mendengarkan keluhan pasien dengan sangat detail. Bukan hanya mendengar keluhan orangtua, tapi juga menanyakan keluhan tersebut pada anak jika si kecil sudah bisa diajak bicara. Mereka akan mendengarkan keluhan dengan baik dan bukan menyepelekan.
- Perhatian pada hal kecil
Keluhan bisa muncul darimana saja, tapi dokter yang baik bakal memeriksa semua hal. Bukan hanya sumber keluhan tetapi bagian tubuh lain. Termasuk mendengarkan aktivitas si kecil sehari-hari yang mungkin berdampak pada kondisi fisik dan psikologisnya.
- Menghargai anak
Mereka bukan hanya mendengarkan orangtua tapi juga menghargai anak. Meminta izin saat memeriksanya, membuka bajunya serta membuat anak senyaman mungkin saat diperiksa olehnya. Hal ini akan sangat berdampak pada psikologis anak.
Sumber: Cafemom
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun