Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi
Dream - Menghadapi anak dengan berbagai macam perangai dan masalah tentu akan sangat mudah memancing emosi orangtua. Kadang kala anak-anak 'menguji' orangtua sampai batas emosi yang akhirnya membuat marah.
Teriakan dan ucapan seringkali terucap begitu saja. Efeknya ternyata bisa membuat anak trauma bahkan melabeli dirinya dengan buruk. Saat menghadapi si kecil, kontrol emosi memang sangat dibutuhkan. Hal terpenting, sebaiknya jangan sampai tiga hal ini terlontar dari mulut orangtua karena akan berdampak buruk pada kondisi psikologis anak.
1. Julukan buruk
Nama panggilan atau membuat julukan buruk untuk anak merupakan hal yang sangat buruk. Hindari menyebutnya dengan sebutan negatif, misalnya " dasar anak tak tahu diuntung:, " pembohong" , " bodoh" dan panggilan buruk lainnya. Ini seperti melabeli dan menempel di ingatan anak dan ia bisa saja menjadi apa yang Anda labeli. Hati-hati.
2. Membandingkan
Mungkin bagi banyak orangtua membandingkan kakak dan adik dianggap hal wajar. Tapi hal ini sebenarnya bisa malah membuat anak tak termotivasi dan malah bermusuhan dengan saudaranya sendiri. Jadi hindari mengatakan " kenapa si gak bisa seperti adik kamu yang penurut" atau " itu lho, sepupu kamu bisa masuk sekolah negeri" . Membandingkan hanya akan membuat anak melihat dirinya selalu kalah dalam sebuah kompetisi dan menghancurkan kepercayaan dirinya.
3. Bereaksi positif atas hal negatif
" Jangan menangis lagi nanti kita beli es krim ya" atau " Kalau berhenti mengamuk, kita jalan-jalan" . Mungkin niat orangtua ingin anak segera berhenti menangis dan masalah selesai. Tapi sebenarnya hal ini tak boleh sering dilakukan terutama pada anak usia 5 tahun ke atas. Mereka sudah harus diberitahu konsekuensi yang terjadi atas apa yang dilakukan. Bukan dengan malah menyenangkannya.
Sumber: KidSpot
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari