Jumat, 16 Oktober 2026 Cari

3 Hal yang Sering Memicu Pertengkaran Orangtua Baru

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 2 Maret 2018 16:02
3 Hal yang Sering Memicu Pertengkaran Orangtua Baru
Kelelahan fisik dan psikis dari ibu setelah persalinan membuat kondisi emosinya cenderung tak stabil. Ayah baru juga mengalami kebingungan.

Dream - Kelahiran buah hati tentunya membawa kebahagiaan bagi para orangtua. Tapi hal ini juga disertai dengan rutinitas baru dan penyesuaian. Seringkali dalam proses adaptasi menjadi orangtua baru, pasangan suami istri beradu argumen.

Kelelahan fisik dan psikis dari ibu setelah persalinan membuat kondisi emosinya cenderung tak stabil. Ayah baru juga mengalami kebingungan harus melakukan apa untuk membantu
mengurus bayinya.

Tak heran kalau konflik seringkali muncul. Siap-siap saja untuk para ayah bunda yang akan jadi orangtua baru dengan pemicu konflik berikut.

Waktu tidur
Jam tidur akan berubah 180 derajat. Jika biasanya pada pagi buta ayah dan bunda akan tertidur pulas, dengan adanya bayi di jam-jam tersebut maka akan terjaga. Bayi akan menyusu dan bisa saja rewel tak nyaman. Membuat ayah juga ikut terbangun dan tak bisa tidur. Pada momen-momen inilah dimana ayah dan bunda kurang tidur, emosi sering terpancing.

Bersih-bersih rumah
Jika sebelumnya kondisi rumah rapi, tertata apik dan nyaman untuk semua orang, maka sejak kehadiran bayi akan sangat berubah. Terutama jika si bayi mulai banyak bergerak, serta tak
ada asisten rumah tangga. Mengurus bayi memang sangat menguras energi dan fokus ibu.

Jika suami komplain soal hal ini, tentu saja istri akan sangat tersinggung. Konflik seringkali muncul karena hal tersebut. Jadi, solusi paling tepat adalah saling membantu dalam menjaga
kenyamanan rumah. Bukan saling menyalahkan.

Merasa 'sendirian'
Berdua saja di rumah dengan bayi, tak bisa keluar rumah karena tak ada asisten, sementara pasangan pulang sangat larut. Kondisi ini sering membuat ibu merasa 'sendirian'. Padahal perhatian tetap dibutuhkan. Suami kadang tak peka soal ini karena terlalu sibuk dengan pekerjaan. Hal ini kadang membuat renggang hubungan, bahkan berlanjut ketika anak sudah besar.

Dalam momen tersebut, komunikasi biasanya tak berjalan baik dan berujung konflik. Jadi sebisa mungkin tetap menjaga komunikasi dan ungkapkan keinginan untuk mendapat perhatian dari pasangan. Ingat, hubungan yang baik dan berkualitas bukan hanya satu orang, tapi dua orang.

Sumber: PureWow

Beri Komentar