Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Keluarga (Foto: Shutterstock)
Dream - Tak ada hubungaan yang bisa berjalan dengan baik tanpa diusahakan. Termasuk hubungan antara orangtua dan anak. Tak dipungkiri, banyak anak dan orangtua yang merasa 'tidak terkoneksi' meskipun mereka tinggal dalam satu rumah selama bertahun-tahun.
Saat anak beranjak dewasa dan mulai mandiri, hubungan pun kian menjauh bahkan tak berkomunikasi sama sekali. Sebagai orangtua kita perlu mengajarkan pada anak bagaimana mengusahakan sebuah hubungan.
Yaitu membuat pertemuan menjadi berkualitas, saling mendukung dan memiliki satu sama lain. Hal tersebut tak muncul begitu saja. Perlu diajarkan, dibiasakan dan diusahakan.
Bagaimana caranya? Mulailah dari tiga kebiasaan sederhana ini.
- Makan bersama
Duduk di meja, makan bersama, tanpa gangguan gadget atau pun televisi. Terdengar sederhana tapi sangat sulit diterapkan. Apalagi jika jadwal anak dan orangtua sangat bertolak belakang. Jika tak bisa melakukannya setiap hari, coba terapkan di akhir pekan.
Bisa saat sarapan, atau mungkin makan malam. Keluar makan bersama juga bisa dilakukan. Kebiasaan ini sebenarnya membangun kehangatan. Anak pun akan mengingatnya saat dewasa nanti.
- Bercerita
Banyak orangtua yang selalu ingin anak-anaknya menceritakan kejadian di sekolah. Pertanyaan yang muncul pun itu-itu saja, seperti " bagaimana di sekolah?" , " nilai ulangan bagus gak?" . Anak pun akan jenuh dengan pertanyaan yang sama. Cobalah menceritakan apa yang Anda alami pada anak.
Ceritakan bagaimana pekerjaan di kantor dan keseruan yang terjadi atau mungkin masalah yang harus dihadapi. Hal ini agar anak juga tahu apa saja aktivitas orangtuanya. Biasanya dengan begitu mereka juga akan menceritakan kesehariannya tanpa ditanya.
- Pelukan sebelum tidur
Bukan hanya untuk anak balita, para remaja bahkan anak yang dewasa kadang membutuhkan pelukan hangat jelang tidur. Pelukan merupakan obat stres dan depresi yang paling mujarab. Kelelahan menjalankan aktivitas seharian, tekanan pekerjaan, lalu sesampainya di rumah mendapat pelukan hangat, tak ada yang bisa menandinginya.
Bukan hanya bagi anak, pelukan ini juga bermanfaat bagi orangtua. Sama-sama membuat hubungan kian hangat dan merasa saling bisa mengandalkan satu sama lain.
Sumber: Verywell
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

