8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ilustrasi
Dream - Anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari orang dewasa. Hal ini karena, perkembangan sel-sel otak mereka masih sangat aktif, terutama saat tidur baik siang maupun malam hari.
Bagi anak yang terbiasa tidur siang setiap hari, biasanya cenderung lebih ceria. Mereka juga jadi lebih aktif karena beristirahat dengan cukup dan lebih sehat. Tapi ada kalanya saat diajak tidur siang, si kecil menolak tak seperti biasanya.
Lalu apa pemicunya?
- Kecemasan berpisah
Anak-anak terutama balita masih sering mengalami separation anxiety. Ketika ditinggal ayah/ibu atau pengasuh yang biasa bersamanya, ia bisa langsung mengalami kecemasan. Saat bersama orang lain yang tak biasanya, anak bisa sangat rewel dan sulit tidur. Ia pun merasa tak nyaman, menangis dan sangat gelisah. Dalam kondisi demikian tentu saja anak cenderung tak mau tidur.
- Waktunya telah lewat
Jika si kecil sudah memiliki rutinitas yang sama setiap harinya, maka jam biologisnya pun akan teratur. Ia akan merasa mengantuk di waktu tidur siang. Ketika ada aktivitas lain yang sangat menyita perhatiannya, misalnya saat ada mainan baru atau datang sepupunya maka ia akan cenderung sangat aktif. Jam tidur terlewat, rasa kantuk pun tak kunjung datang. Biasanya, anak akan tidur malam lebih cepat untuk 'membayar' waktu tidur siangnya yang terlewat.
- Ruangan terlalu terang
Kamar yang terlalu banyak warna, detail dan sangat terang cenderung membuat anak jadi aktif. Sehingga mereka sulit memejamkan mata. Untuk itu, tata kamar anak dengan warna lembut dan penchayaan yang bisa diatur sesuai kebutuhan.
Sumber: Purewow
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian