Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Sprei
Dream - Bayangkan Anda tidur di matras yang empuk dan stabil, dengan suhu ruangan yang pas dan temaram lampu. Tapi sayangnya kulit terasa gatal dan panas. Sprei yang tidak nyaman di kulit bisa jadi pemicunya.
Dalam membeli sprei sebenarnya kelembutan dan kualitas bahan adalah yang utama. Tapi hal ini sering dinomorduakan dan mata lebih 'terlena' dengan motif yang menarik. Agar tak salah dalam memilih bahan sprei, perhatikan hal-hal berikut.
1. Serat
Bahan katun-polyester adalah bahan yang sangat pas untuk sprei. Cukup tahan lama, tak mudah kusut dan harga relatif terjangkau. Tapi jika Anda mencari bahan sprei berkualitas tak ada yang mengalahkan bahan 100% cotton, yang harganya memang cukup mahal. Serat katun berkualitas juga akan menjaga suhu tubuh, karena seratnya mampu menjaga kelembapan kulit.
2. Weave/ tenunan
Bagaimana cara menyatukan serat atau proses penenunan sangat berdampak pada bagaimana kehalusan bahan sprei, ketahanan, keindahan dan tentu saja harga. Proses penenunan dasar biasanya ditenun dari jumlah yang sama dari benang vertikal dan horisontal. Jika jumlah benang vertikal lebih banyak biasanya bahan akan lebih lembut.
3. Jahitan
Perhatikan kehalusan dan kekuatan jahitan, Anda bisa melihatnya di ujung-ujung bagian sprei. Pada sprei yang berkualitas, tak ada benang sisa yang belum digunting atau tumpukan jahitan yang tidak rapi.
4. Pewarnaan
Sebaiknya pilih sprei yang tidak mencolok karena biasanya warna tersebut menggunakan banyak zat kimia pewarnaan. Terutama untuk kamar anak. Pilih saja yang berwarna lembut dan pastikan bahannya terasa halus saat disentuh kulit.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha