5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Taman Kanak-kanak
Dream - Usia 4 hingga 6 tahun merupakan usia yang pas untuk memasukkan anak ke sekolah taman kanak-kanak (TK). Tapi usia tak selalu jadi patokan, karena kesiapan anak juga harus dilihat.
Jangan sampai saat sudah didaftarkan dan masuk kelas, anak ternyata 'mogok' sekolah. Sebenarnya tiap sekolah memiliki kebijakan khusus dalam menerima murid, tapi secara umum jika anak sudah memiliki kemampuan berikut, ia sudah sangat siap sekolah di TK.
- Mengerti instruksi sederhana
Cobalah memberi instruksi pada anak, misalnya minta ia membuang sampah di tempat sampah atau menaruh piring kotor di bak cuci piring. Jika ia sudah terbiasa dan mengerti dengan instruksi sederhana akan lebih mudah melakukan kegiatan di TK.
- Anak bisa duduk diam
Bisa duduk selama minimal 10-15 menit bisa dibilang hal yang sangat penting. Anak mungkin tak akan duduk berjam-jam tapi akan ada aktivitas di kelas yang mengharuskannya duduk diam di bangkunya.
- Bisa ditinggal
Hal ini mungkin yang sulit dihadapi oragtua dan anak. Menangis dan panik saat orangtua meninggalkannya di sekolah. Orangtua pun tak tega meninggalkannya. Cobalah untuk melatih si kecil dengan 'meninggalkannya' di tempat main atau rumah kerabat. Lihat responsnya, jika ia panik dan menangis mungkin belum siap dan Anda harus melatihnya.
- Bisa menggunakan toilet
Kemampuan menggunakan toilet adalah kemampuan dasar. Di TK anak juga akan diajarkan, tapi akan jauh lebih baik jika di rumah ia sudah terbiasa ke toilet sendiri dan Anda hanya mengawasi dari jauh. Hal ini penting agar tidak terjadi 'insiden' mengompol di kelas.
- Berkomunikasi dengan orang dewasa
Kemampuan berkomunikasi dengan orang dewasa juga penting. Dalam hal ini adalah guru-gurunya di sekolah. Jika anak mengalami sakit, keluhan atau semacamnya, ia pun bisa menyampaikan pada gurunya dengan jelas.
Sumber: The Spruce
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?