Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Anak-anak Tak Jarang Membuat Pengusaha Kagum. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, hasil kreativitas dan anak-anak tak jarang menyorot perhatian publik, khususnya dari wirausaha. Ada beberapa alasan mengapa anak-anak gampang menarik hati pebisnis.
Contohnya, seorang anak di Mumbai, India, berhasil membuat CEO Microsoft, Satya Nadella, kepincut. Dengan aplikasi permainan “ Let’s There Be Light”, anak berusia 8 tahun, Medansh Mehta, mampu membuat Nadella takjub. Mehta menciptakan aplikasi permainan pembangunan pabrik tanpa mengabaikan lingkungan.
Tapi, sempatkah terpikir mengapa hasil karya anak-anak terbilang sukses menyita perhatian dari perusahaan-perusahaan ternama?
Dilansir dari Entrepreneur, Senin 4 September 2017, ada lima alasan mengapa anak-anak punya daya tarik tersendiri.
Pertama, mereka tidak takut jatuh. Orang dewasa yang memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis, tak jarang merasa takut gagal. Padahal, kegagalan ini justru kerap dialami oleh orang sukses. Anak-anak tak merasa takut gagal karena mereka belum pernah gagal. Tak hanya itu, kepolosan dan kurangnya pengalaman hidup menjadi nilai tambah mereka.
Kedua, anak-anak ini pakar teknologi. Mengapa? Dewasa ini, anak-anak lahir di tengah-tengah perkembangan teknologi yang cukup pesat. Itulah mengapa mereka lebih cepat menyerap pengetahuan programming komputer dan belajar bahasa komputer.
Ketiga, anak-anak itu super penasaran. Ketika penasaran, mereka akan lebih sering bertanya “ Apa yang akan terjadi jika saya melakukan ini?” atau “ Mengapa hal ini terjadi kalau saya melakukan itu?”.
Keempat, mereka ini kreatif. Anak-anak punya kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Misalnya, selimut bisa dijadikan “ properti” untuk bermain. Nah, jika kreativitas digabungkan dengan teknologi, suatu inovasi akan tercipta.
Kelima, anak-anak gampang menyerap pengetahuan. Di dunia yang sarat akan perkembangan teknologi, mereka mudah mengakses informasi dari internet.
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol