Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Anak Menonton Televisi (Foto: Shutterstock)
Dream - Selain gadget, televisi juga merupakan sarana hiburan bagi anak. Tak hanya itu, anak juga bisa belajar banyak hal melalui televisi, seperti bahasa asing, mengenal warna, memahami
cerita dan masih banyak lagi.
Tentunya, ada efek lain dari televisi yang juga sangat berbahaya. Mulai dari adegan kekerasan, pornografi hingga contoh kata-kata buruk yang tentunya akan berdampak negatif bagi anak.
Anak-anak yang menonton televisi memang harus didampingi dan dibatasi.
Hal ini demi agar perkembangan psikologisnya berjalan dengan optimal. Anak punya banyak aktivitas yang lebih bermanfaat untuk perkembangan motoriknya dan tidak jadi kecanduan terhadap tontonan.
Bagaimana caranya?
1. Tentukan waktu menonton
American Academy of Pedriatics menyebutkan bahwa idealnya, anak-anak hanya boleh menonton TV dalam waktu 1-2 jam perhari. Menonton televisi sebaiknya dilakukan pada hari libur ketika semua pekerjaan sekolahnya sudah diselesaikan.
2. Atur tayangan untuk si kecil
Jangan biarkan anak mengonsumsi segala tayangan yang ada televisi. Banyak tayangan yang tidak patut untuk ditonton anak-anak. Untuk menghidarinya, Anda
bisa memasang saluran khusus untuk anak-anak.
Apabila tidak memilikinya, Anda bisa membiarkan si kecil untuk menonton kartun pada jam-jam tertentu di saluran televisi lokal. Kalau masih kurang, ada banyak pilihan DVD anak yang bisa dibeli di pasaran.
3. Atur siapa yang berhak memilih tayangan
Anak-anak seringkali bertengkar dengan saudaranya. Saling berebut remote televisi adalah hal yang biasa, Anda hanya perlu membuat trik agar mereka tidak lagi berebut.
Atur jadwal untuk memilih tayangan. Apabila kuasa hari ini ada pada si kakak, pastikan adik dapat memilih tayangannya sendiri keesokan harinya.
4. Mencari alternatif
Anak kecil kerap kali terhipnotis dengan tayangannya. Mereka seakan tidak bisa lepas dari depan televisi. Untuk itu, Anda perlu mencari kegiatan lain sebagai alternatif dari menonton televisi. Buatlah aktifitas menarik seperti mewarnai, bermain puzzle atau permainan lainnya yang tidak memerlukan alat elektronik.
5. Temani si kecil
Jangan biarkan si kecil menonton sendirian. Temani buah hati untuk sama-sama mendiskusikan tayangan yang ditonton. Ajukan pertayaan ringan seputar tokoh dan alur ceritanya. Hal ini
dilakukan untuk mengasah komunikasi serta daya berpikir.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: The Spruce
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari