Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mainan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Konsep pengajaran dan pengasuhan ala Montessori kini sedang banyak diminati. Dikembangkan oleh Maria Montessori, konsep ini menekankan anak untuk mengeksplorasi semaksimal mungkin lingkungan di sekitarnya.
Hal tersebut untuk menumbuhkan kemandirian dan menemukan minatnya sendiri. Bermain dalam konsep Montessori adalah hal yang tak bisa dipisahkan dengan anak. Melatih kemampuan anak memang paling efektif adalah dengan bermain.
Beberapa permainan berikut bisa merangsang kemampuan kognitif, motorik dan kemandirian anak secara efektif. Bisa jadi referensi untuk membeli mainan bagi si kecil.
1. Peg board warna-warni

Anak bisa belajar mengenal warna, melakukan sortir, menyusun, berhitung dan konsentrasi. Sangat baik untuk kemampuan motorik halusnya. Keseruan menyusun juga akan sangat melatih fokusnya dan tentunya dengan cara yang menyenangkan.
2. Balok angka dan stik kayu

Sangat pas anak usia tiga tahun. Untuk mengenalkan angka serta konsep matematika. Bisa juga untuk melatih pengenalan warna.
3. Balancing animal

Hewan-hewan berbentuk mini dengan warna lembut yang sangat menarik. Harus disusun dalam kapal dalam kondisi seimbang agar tidak jatuh. Permainan yang seru untuk anak dan bisa merangsang kemampuannya menganalisis masalah serta mencari solusi. Juga memicu anak untuk fokus.
4. Konstruksi

Bagian-bagian yang bisa disatukan atau dibangun satu sama lain ini juga sangat menyenangkan bagi anak. Merangsang logika anak agar bisa membuat bangunan menjadi stabil. Juga memicu kreativitas untuk membuat berbagai bentuk.
5. Alat bersih-bersih

Sediakan sapu, lap tempat sampah kecil untuk buah hati di rumah. Ini sangat penting untuk melatihnya keterampilan hidup. Anak akan terbiasa melakukan pekerjaan rumah. Mereka juga cenderung ingin mengikuti jika orang dewasa sedang bersih-bersih.
Sumber: PureWow
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012